2013
Khoirony / Warung Ilmu
Wanita-wanita feminin mengatakan bahwa di era kebebasan ini wanita perlu menggugat agar posisi wanita setara dengan kaum laki-laki, wanita harus mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki.

Maka aku katakan “tidak!” pada kaum feminin, aku seorang muslimah, sudah cukup dengan karunia Allah yang berlimpah. Allah menjadikan wanita mengandung, melahirkan, bagaimana mungkin seorang yang menjadi ibu menggugat untuk disamakan dengan seorang yang menjadi ayah? Seorang wanita yang menjadi ibu adalah madrasah pertama bagi sang anak.

Ketika orang feminin mengatakan bahwa wanita harus mengikuti mode, tidak boleh mengikuti pakaian adat masa lampau dengan menutup kepala.  Maka aku katakan “tidak!” pada kaum feminin. Pakaian muslimah adalah pakaian syar’i yang mempunyai sifat multi fungsi, sebagai pelindung bagi muslimah dari tatapan mata laki-laki jalang, sebagai pelindung kulit di saat panas mentari menyengat, sebagai pelindung tubuh dari cuaca dingin, sebagai kehormatan wanita yang mempunyai izzah.

…Hijab adalah identitas, pakaian indah yang membuat muslimah berwibawa...

Hijab adalah identitas, pakaian indah yang membuat muslimah berwibawa. Muslimah bukanlah budak mode yang hanya patuh pada kemauan designer murahan.
 
Ketika kaum feminin bilang, wanita harus memberontak jika diminta patuh pada laki-laki, mengasuh anak di rumah. Maka aku katakan “tidak!” pada golongan feminisme. Muslimah adalah wanita merdeka, tidak ada kewajiban menafkahi keluarga, semua tanggungan nafkah ada di tangan suami, tidak perlu lagi bersusah payah memaksa bekerja keluar rumah.  Allah memuliakan wanita muslimah, jika mereka mempunyai penghasilan dan memberikan penghasilan tersebut untuk kebutuhan keluarga demi menolong suami, maka dihitung sebagai sedekah. Betapa merdekanya seorang muslimah.

…Muslimah bukanlah budak mode yang hanya patuh pada kemauan designer murahan...

Ketika kaum feminin menuduh muslimah itu tertindas, tidak punya hak untuk menceraikan suami, karena hak thalak ada di tangan laki-laki. Kukatakan pada golongan feminin, memang benar, tetapi Allah melebihkan wanita muslimah, harta dari istri tetap menjadi hak istri jika terjadi perceraian, sedangkan laki-laki harus membagi dengan istri harta yang dimiliki jika terjadi perceraian.

Itulah kelebihan menjadi muslimah, hartanya terjaga. Maka tidak perlu lagi bagi muslimah menggugat dengan embel-embel kesetaraan gender, karena muslimah adalah wanita merdeka. 

Yulianna PS
Penulis Cerpen ‘Hidayah Pelipur Cinta’


Khoirony / Warung Ilmu
Alhamdulillahirabbil ‘alamin,
Segala puja dan puji senantiasa kita panjatkan hanya pada Allah. Satu-satunya Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi, dan segalah sesuatu yang ada di antara keduanya. Dia-lah Allah, tiada Tuhan selain-Nya, kepadanya lah kita menyemba, kepadanya lah kita minta tolong, kepadanya lah kita berdoa, karena kepadanya lah kita akan dikembalikan pada suatu saat yang tidak ada keraguan di dalamnya.


Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah dan terlimpah kepada Nabi Muhammad shallawallahu ‘alaihi wa sallah. Yang setiap kata-katanya adalah hukum dan setiap perbuatannya adalah suri tauladan terbaik, kiranya apabila kita mengikuti beliau maka sampailah kita pada jalan menuju surga, namun apabila kita menyelisihi beliau maka bersiaplah mengambil tempat di neraka. Semoga kita tidak hanya mengaku sebagai umat Rasulullah tapi Rasulullah juga mengakui kita sebagai umatnya. Amin

Pada artikel yang lalu kita sudah membahas tentang Yesus Sang Juru Selamat (membedah keimanan umat Kristiani), dan ternyata ajaran bahwa Yesus sebagai juru selamat bukan dari Yesus sendiri melainkan dari Paulus dan para penulis injil lainnya. Yesus pribadi, tidak pernah mengajarkan yang demikan, bahkan dengan jujur dan polos ia mengatakan bahwa dosa di tanggung masing-masing.

“Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati kerena dosanya sendiri.” (Ulangan 24:16)

Dalam catatan kali ini, kita akan sedikit membedah soal asal-usul agama Kristen. Untuk mengetahui dari manakah asal-mula agama ini dan siapa yang membuatnya, apakah penamaan “Kristen” ini dari Allah, Yesus atau bahkan manusia biasa? Nah, tetap duduk manis, baca pelan-pelan dengan hati bersih dan pikiran jernih dan bersiaplah untuk mendapatkan kejutan!

Dalam Alkitab, apabila kita membuka Kisah Rasul pasal 11 ayat 24-26, di sana kita temukan sejarah berdirinya agama Kristen, yang sampai hari ini diyakini bahwa itu agama yang dibawa oleh Yesus. Berikut ini akan saya paparkan ayat tersebut. Perhatikan baik-baik!

“Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus (Paulus) dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”

Menurut ayat ini, nama agama Kristen bukan dari Allah atau Yesus sebagai utusan-Nya, tapi agama ini dibuat oleh Paulus dan Barnabas saat mengajar jemaatnya di Antiokhia selama satu tahun. Di sinilah kali petama agama yang dibawa oleh Yesus (nabi Isa) disebut dengan agama Kristen. Dan sekali lagi, yang menamakan Kristen bukan Allah atau Yesus sendiri, tapi Paulus dan Barnabas.

Al-Qur’an memberikan informasi kepada kita, bahwa semua nabi dan rasul mengajarkan Tauhid pada umatnya, termasuk nabi Isa as. (Yesus). Ajaran yang dibawa adalah tauhid, yakni mengesakan Allah, menyemba atau beribada hanya kepada-Nya, tidak kepada yang lain, “Laa ilaha illallahu” tidak ada sesembahan selain Allah. Sebagai bukti bahwa Yesus juga mengajarkan tauhid sebagaimana para nabi dan rasul sebelumnya, bisa kita lihat dalam Matius pasal 4 ayat 10:

“Maka berkatalah Yesus kepadaanya: “Enyalah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!

Bahkan saat Yesus bertanya-jawab dengan orang Saduki yang disaksikan oleh ahli Taurat, ia menjawab dengan sangat mantap dan tepat saat ditanya oleh orang Saduki, “Hukum manakah yang paling utama?”

“Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!(Markus 12: 28-29)

Dari sini dapat kita simpulkan, bahwa Yesus (Isa As) sama seperti para nabi dan rasul sebelumnya, mengajarkan Tauhid, mengesakan Allah. Dan tentunya agamanya juga sama yakni Islam, karena satu-satunya agama di dunia ini yang mengajarkan tentang tauhid hanyalah Islam, tidak ada yang lain. Seperti yang dijelaskan dalama penghujung surat Al-Hajj ayat 78:

“.. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian Muslim (orang-orang Islam) dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, supaya rasul itu menjadi saksi ats dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong.” Q.S. Al-Hajj : 78

“Sesungguhnya agama di sisi Allah (hanyalah) Islam.” Q.S. Aali ‘Imran : 19

Al-Qur’an tidak pernah menyebutkan agama Kristen, yang ada adalah agama Nashara, atau orang Indonesia biasanya menyebut dengan Nasrani. Sebagaimana yang banyak kita jumpai dalam ayat-ayat Al-Qur’an, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 120:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka..”

Informasi dari ayat-ayat Al-Qur’an juga sejalan dengan yang telah dijelaskan dalam Alkitab. Dalam Alkitab dikatakan bahwa Yesus lahir di kota kecil bernama Nasareth (Lukas 4: 33-34). Sehingga para pengikutnya disebut dengan orang-orang Nasrani.

Kesimpulannya, ternyata nama agama Kristen bukan dari Allah atau Yesus. Nama Kristen berasal dari Paulus dan Barnabas.

Dengan kata lain, Kristen adalah agama produk buatan Paulus dan Barnabas. Karena Yesus (Nabi Isa) mengajarkan ketauhidan, untuk mengesakan Allah. Dan ajaran tauhid hanya ada dalam agama Islam. Artinya, Yesus (Isa as) beragama Islam, sebagaimana para nabi dan rasul sebelumnya. Dan Yesus hanyalah seorang utusan bukan Tuhan. Hanya saja, Paulus menjadikan Yesus sebagai Tuhan, seperti yang dinyatakan dalam suratnya:

“Dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Filipi 2:11)

Akhinya, saya cukupkan sampai di sini. Semoga catatan kecil ini bisa menamba kemantapan dan keimanan kita dalam beragama Islam. Dan bagi umat Kristiani yang kebetulan membacanya semoga diberi hidayah oleh Allah dan menyadari bahwa agama yang mereka yakini dan imani selama ini bukanlah dari ajaran Yesus, melainkan dari Paulus dan Barnabas.

Ø  Nama Asli       : M Fatchul Amin
Ø  Nama Pena      : Allan El-Hamasah
Ø  Facebook         : El-Bertz Featchul T’tpzmngadh
Ø  Twitter            : @allanelhamasah
Ø  Email               : allan_elhamasah@yahoo.com 


Khoirony / Warung Ilmu
Berkomunikasi dengan anak sebetulnya sudah dapat dimulai sejak dini bahkan ketika anak masih menjadi janin dalam perut ibu. Dengan menyadari bahwa orangtua dapat berkomunikasi dengan janin dalam kandungan akan memberikan ikatan hubungan yang lebih dekat dan juga menjadi sebuah pengalaman yang begitu menyenangkan yang tidak dapat terlupakan.

Ada beberapa komunikasi yang dapat dilakukan orangtua kepada janin yang dikandungnya, tentunya dengan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pembentukan indera-indera janin, sehingga komunikasi dapat tepat dilakukan.

Indera Peraba

Indera Peraba ini berkembang sebelum minggu ke 8. Ketika janin bergerak dan telapak tangan atau kakinya tampak pada perut ibu, sentuhlah dia, berikan perasaan lembut dan kasih sayang kepadanya, sehingga ia merasakan kelembutan, rasa cinta dan kasih sayang dari orangtuanya. Rasa cinta dan kasih sayang dari orangtua yang dia rasakan akan memberikan ketenangan pada janin anda.

...Rasa cinta dan kasih sayang dari orangtua yang dia rasakan akan memberikan ketenangan pada janin anda...

Indera Pendengaran

Indera pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indera pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik.

Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat.

Pada minggu ke 25 janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya seperti ibu dan ayahnya. Lakukanlah komunikasi dengannya meskipun hanya satu arah, bertilawah quranlah orangtua, bacakan cerita atau berbicalah dengan janin untuk  lebih mendekatkan diri janin dengan orangtuanya dan lebih mengenal suara dari orangtuanya.

...orangtua yang sedang marah akan memberikan reaksi marah pula pada janin, sebaliknya alunan tilawah Al-Qur'an yang lembut dapat menenteramkan janin...

Bahkan orangtua yang sedang marah akan memberikan reaksi marah pula pada janin, sebaliknya alunan tilawah Al-Qur'an yang lembut dapat menenteramkan janin.

Indera Perasa

Indera perasa janin akan terbentuk pada minggu ke 13-15. Pada usia ini janin dapat merasakan substansi yang pahit dan manis. Jika, cairan ketuban yang dia rasakan manis, maka dia akan meminumnya dan menelannya. Namun jika air ketuban yang dia rasakan terasa pahit, janin akan meronta dan mengeluarkannya, serta janin akan menghentikan konsumsinya tsb..

Indera Penciuman
Indera penciuman akan terbentuk pada usia kehamilan 11 - 15 minggu. Ketika indera penciuman ini terbentuk, janin dapat mencium dari bau air ketuban yang baunya mirip seperti ibunya. Makanya ketika bayi terlahir, dalam beberapa jam ia akan mengenali siapa ibunya berdasar dari indera penciuman ini.
 
Indera Penglihatan
Dari awal kehamilan hingga usia ke 26 mata bayi akan selalu tertutup untuk memproduksi retina, namun meskipun demikian retina janin pada usia kehamilan 16 minggu dapat mendeteksi adanya pancaran sinar.

Pada usia kehamilan di minggu 27,  janin mulai membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya untuk pertama kalinya. Mata janin dapat menangkap cahaya yang masuk ke dalam rahim ibunya, baik itu sinar matahari atau sinar lampu. Selain itu otak janin akan bereaksi terhadapa kelap-kelip cahaya


Jadi, janin dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga. Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si janin.
...manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin...

Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri. Maka dari itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin.

- Ummuammar -


Khoirony / Warung Ilmu
Hujan hingga hari ini makin menampakkan taringnya. Sudah sekian lama kita menantikan turunnya hujan dan akhirnya ia pun membasahi tiap selah liang lahat dan menjadi gembur. Ada musim panas maka ada pula musim hujan, Allaah menciptakan semua berpasang-pasangan. Semua makhluk beredar pada garis edar yang pasti dan tak saling berebut orbit. Puji syukur Alhamdulillaah senantiasa kita curahkan kepada sang Pemilik diri-diri yang tak luput dari dosa namun selalu Allaah terbuka untuk memaafkan hambaNya yang setia.

Sholawat serta salam tak lepas dari lisan dan hati kita tertuju kepada panutan terbaik bagi seluruh umat, Rosuulullaahi shollallaahu ‘alayhi wa sallam, keluarga beliau yang begitu Allaah muliakan serta para shohabat yang Allaah ridhoi dan tak tertinggal pula kaum muslimin yang selalu mencari tambahan ‘amal sholihnya.

Tampuk kepemimpinan umat silih berganti hingga kita sekarang berada pada posisi yang begitu crusial, akhir zaman. Mungkin telah usai masa-masa di mana ayah-ayah kita bahu-membahu menyingsingkan lengan baju berjibaku melawan derasnya arus kezholiman penguasa negri pada zamannya. Perjuangan mengusir para penjajah tak lepas dari sepak terjang para ‘ulama terdahulu kita. Salah satu contoh seorang panglima perang, Diponegoro. Tak termakan oleh zaman dan masih tetap harum hingga sekarang. Tonggak perjuangan bangsa pada kala itu tak lepas dari semangat pembebasan dari tirani kaum kuffar. Semangat “TAKBIR” telah membuat tegar kaum muslimin bangsa Indonesia dan menggetarkan gigi-gigi penjajah.

Islam, tegak di atas lima perkara hingga berdiri kokoh di atas Bumi ini. Rosuulullaahi shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ p، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ a يَقُوْلُ: بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. 

Dari Abu ‘Abdirrohman ‘Abdullaah bin ‘Umar bin al-Khoththob rodhiyallaahu ‘anhu, ia mengatakan, "Aku mendengar Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda, 'Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allaah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullaah, dan berpuasa Romadhon." (Riwayat al-Bukhori dan Muslim).

Imam Nawawi rohiimahullaah menerangkan hadits ini dalam kitab Hadits Arba’in An Nawawi bahwasanya kalimat:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ

Bahwasanya jika seseorang melaksanakan kelima indikator tersebut maka telah sempurnalah imannya karena itu adalah rukun iman.

Terang saja seseorang akan mencapai kesempurnaan iman karena memang itulah rukunnya dan ketika rukun tidak dilaksanakan maka akan tidak sempurna atau bahkan batal. Contoh kecil saja wudhu’, jika salah satu rukunnya tidak dilakukan maka wudhu’nya pun tidak sah.

Ikhwah fillaah yang diRohmati Allaah ‘azza wa jalla, jika kita bercermin maka kita akan merasa bahwa ternyata kita sudah sebesar ini. Tak tampak lagi ingus yang meleleh seperti lahar gunung Merapi atau “nces” yang menghiasi bibir mungil. Bangunlah kawan, ternyata kita sudah dewasa. Tantangan yang lebih berat sudah menanti kita di depan. Adanya kita di sini adalah untuk menyerukan sembahlah Allaah wahai kaum muslimin dan jauhilah sesembahan selain hanya kepada Allaah. Kelima tiang bangunan Islam sebagaimana yang telah Baginda Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam sampaikan dalam hadits di atas mengisyaratkan bahwa itu adalah kewajiban mutlak bagi kita yang mengaku Muslim.

Setelah kita melaksanakan kelima rukun di atas tentu masih ada kewajiban-kewajiban lain yang melekat pada kita. Salah satu dari sekian banyak kewajiban itu adalah menegakkan Islam di mana pun kita berada. Hendaknya Islam selalu mengiringi sepak terjang langkah kita, sebagai jalan hidup paling komprehensif. Dalam proses penegakan Islam ini, peran kita selaku pemuda/pemudi muslim sangat diharapkan menjadi penerus tongkat estafet para pendahulu kita. Ketika sudah saatnya para senior kita meletakkan bahu-bahu mereka, berkenankah kita meminjamkan bahu-bahu kita untuk Islam?.

Ikhwan dan akhwat yang di Rohmati Allaah, sudah saatnya kita bangun dari tidur panjang kita. Cukup kiranya mata kita tertutup oleh silaunya dosa-dosa yang lalu. Saatnya kita sudahi sikap kekanak-kanakan kita yang masih cengeng dengan ejekan mereka yang tidak senang jika kita menjadi lebih baik.

Allaah berfirman dalam ayatnya:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (Ali ‘imron: 104).

Telah Allaah berikan legitimasi oleh Allaah bahwa orang-orang yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran maka ia termasuk orang-orang yang beruntung. Beruntung yang bagaimana? Tentunya beruntung di dunia berupa kehidupan yang lapang dan keberuntungan akhirat yakni hadiah manis berupa surga Allaah. Salah satu hal yang patut kita renungkan adalah apakah kita sudah menjadi bagian dari golongan itu. Golongan yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Na’uudzubillaah jika kita ternyata justru termasuk golongan orang yang menyeru kepada kemunkaran dan mencegah dari yang ma’ruf.

Dalam ayat lain Allaah berfirman: 
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun (At Taghobun: 17).

Secara makna memang yang dimaksud “pinjaman” dalam ayat tersebut adalah berupa harta yang diinfaqkan di jalan Allaah untuk menegakkan kalimat-Nya yang mulia. Namun perlu dipahami pula bahwasanya ketika kita berbicara perjuangan untuk menegakkan Islam, tidak terbatas pada harta saja namun juga jiwa dan raga. Harta, jiwa dan raga kita, kita pinjamkan kepada Allaah untuk membawa tongkat estafet para pendahulu kita yakni Rosulullaah, para shohabat dan para pejuang Islam setelahnya.

Mari bercermin, apakah kita bersedia meminjamkan bahu kita untuk perjuangan menegakkan islam?.

Ø  Website: www.muslimedica.com


Khoirony / Warung Ilmu

Assalamuallaikum sob, gimana kabar puasanya? lancar jaya kan?. Eh ya, mungkin dari kamu ada yang penasaran banget, "emang ada yg zina dibulan puasa? bukannya dibulan Ramadhan kita kudu ngelakuin hal yang baek- baek?". Hmm... nggak banyak emang, tapi banyaak banget, sob. Karena itulah kali ini kita mau ngebahas cewek cowok yang demen banget ngelakuin aktifitas maksiat, walaupun dibulan ramadhan. Zina itu bernama pacaran, yang masih aja, tetep, dan adem ayem tuh dilakuinnya, bahkan makin kreatip dan makin "islami".


Rayuan

Kutub positif emang paling pas ketemu sama yang negatip. Atau ibarat api ketemu sama kayu bakar, so pasti klop lah. Gitulah jadinya kalau cewek ketemu sama cowok dalam suasana pacaran. Dan seperti kita tahu, kalau aktifitas ini biasanya nggak lepas dari yang namanya rayuan. Padahal sob, banyaknya sebuah rayuan itu berbanding lurus dengan tingkat keganasan cewek cowok yang lagi pacaran. Nggak percaya? tanya aja sama mereka yang dah ngelakuinnya. Ujung- ujungnya kalo udah terlalu jauh pasti banyak penyesalan, dan ternyata sodara- sodara, semua hanya berawal dari iseng- iseng ngerayu. 


Nah, dibulan puasa ini, ada sedikit kamuflase alias pemeran pengganti dari rayuan yang standart trus menjadi "yang lebih islami". Mereka pada saling kirim nasehat-nasehat baik, saling ngingatin kebaikan via sms, ngebangunin sahur, nanyain udah buka belum, tapi ya gitu deh, tujuan akhirnya bukan cuma sekedar saling share kebaikan, melainkan kelihatan lebih baik dihadapan pacar. #hayo ngaku! 

Nah dari pada obral rayuan seribu tiga yang buat puasa jadi batal, mendingan alihkan ke aktifitas lain yang lebih bermanfaat, contohnya lari keliling komplek sambil nunggu buka puasa, kan lebih sehat dan sarat muatan kearifan lokal, atau ngajarin anak- anak baca Alquran, sekalian dapat takjil dimasjid #ngarep.  

Mojok berdua
Gue pernah denger pak ustad bilang, kalo ada orang berdua-duaan maka yang ketiga adalah setan. Nah, walaupun judulnya kita puasa,yaitu nggak makan dan nggak minum, tapi kalau pacaran alias zina jalan terus, ya sama aja buuu' tetep aja jadi temennya setan. Nggak ada gunanya kita puasa alias cuma dapat lapar dan haus doank. Ini juga termasuk juga kalo kita berduaan tapi pake modus nan canggih, seperti tadarus berdua, pengajian berdua, buka puasa berdua, nonton ceramah ustadz berdua, dan berdua-dua yang lainnya. Hati-hati sob, setan itu licik dalam ngegoda kita, jangan sampai kita mengotori susu sebelanga gara-gara nila setitik. jangan sampai puasa kita batal, cuma karena nggak bisa ngelawan hawa nafsu yang kita kira simple. Enggak asik tau.



Sentuh menyentuh
Nah, bahasan yang ini sebenarnya ngga asyik dibahas pas puasa- puasa ginih. Secara bang, pasti bakal ngebuat otak makin ngeres. Tapi, kita nggak boleh menutup mata dengan "kegiatan" beginian yang masih ajah dilakuin banyak temen kita.

Betewe, kalau ngomongin soal ini gue keinget sama Sabda Rasulullah SAW "Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR.Thabrani). Tentang yang ini, ada yang komen "Ih sadis amat siih". Sob, seperti yang kita tahu, nabi Muhammad bukanlah seorang pengancam yang sadis, beliau hanya seorang penyampai wahyu dari Allah subhanahu wata'ala. Tapi bukan berarti Allah itu kejam. Itulah memang hukuman bagi manusia yang nggak bisa ngendalikan hawa nafsu, karena memang aktifitas saling sentuh banyak yang akhirnya jadi zina beneran, dan itu akibat buruknya bakal parah banget, nggak cuma buat pelakunya tapi juga buat orang-orang sekitar mereka. Mau bukti? Sebanyak 21 persen remaja atau satu dari lima remaja di Indonesia terbukti udah pernah melakukan aborsi. Hasil ini nggak berdasar survei, tapi data langsung dari hasil pertemuan remaja dalam forum diskusi nasional, semacam konseling gitu.Kalau udah kejadian gituh, pastinya nggak cuma mereka yang bakal sedih, keluarga dan orang-orang terdekat juga pasti ikutan sedih, kan?. Dan kejadian separah itu, kebanyakan dimulai gara-gara pacaran, sob. Karena itulah, Islam begitu memberi perhatian yang besar, dan sanksi yang berat juga dalam hubungan cewek cowok ini, justru biar manusia nggak hancur gara- gara zina.

Jadi, kalau kita mau puasa tambah mantab, dan hati juga selamat, jauh-jauh deh dari kegiatan zina. Dan hal kaya' gini seharusnya nggak cuman berlaku selama bulan ramadhan aja loh, karena pada intinya zina nggak merugikan siapapun kecuali diri kita sendiri dan orang- orang yang menyayangi kita. 


Khoirony / Warung Ilmu
Aku bukan orang religius. Sama sekali bukan!!. Tapi kalo ditanya apa agamaku, ya pasti Islam laaa. Cuman ya dari dulu yang aku tau, kalo Islam emang cuman sekedar sholat, ngaji, ato sukur- sukur kalo ada duit kasih deh zakat sama fakir miskin. Paling juga nggak jaoh jaoh dari itu. Tapi pada prakteknya, aku ngrasa emang ribet en capek.

Gimana nggak ribet dah, contoh ajah soal sholat nich. Subuh- subuh, jam paling enak bobo tuh, eh ada yang teriak- teriak, adzan bozz. Asli ngeselin banget. Abies tuh disuruh cuci muka, cuci kaki, wudhu. Ya ampyyyuuun. Yach mau nggak mau dah. Soalnya kalo nggak, adek cewek ku man!! yang sok alim itu tuh, bkal nggedor nggedor pintu dah kya juragan petasan cabe ajah. Ditambah dia bdendang plus kotbah jumat yang panjang kali lebar kali tinggi... ampe sharian plus 24 jam non stop. Belon lagih tuh bibir pake acara manyuun ampe 100 m. Hiiih untung adik, coba kalo nggak bkalan ku kucir dah tu bibir.

En itu nggak yang cuman kali ajah. Asli, super duper berat banggetz, en nich baru soal sholat. Aku malah disuruuh lima kali, dalam sehari coy, bkan seminggu. Hah!! jadi malah pengen marah kan!!!. Aku jadi berpikir, kenapa sih aku mau- maunya jadi orang islam, padahal riweh bener gini.

Asli`, dalam pikiranku, aturan nich agama ribet susah en berat. Yang paling kerasa efeknya pas di rumah. Aku jadi sering jadi bahan kritikan adikku. Msak kalo aku pake pakaian yang rada funky dikit, dengan santainya dia bilang, `Kak.. jangan suka menyerupai orang kafir deh. Jadi orang Islam tuh kudu bangga ma identitas kita kak`... bla bla bla.  Halahh..Emang dia nggak nyadar apa, kalo pakean nya ndiri dah kya karung gula gituh. Cantik kan emang buat di pajang kan bro, trus knapa malah dibungkus- bungkus kya lontong gituh. Trus kalo kya gini, siapa yang kunooooo?  Heh dasar emang tuch anak nggak ngerti mode. 

Rambutku yang gondrong pun nggak luput dari kamera kritikannya. Masih aku ingat dia selalu bilang `Kak, kalo cowok tuh nggak boleh menyerupai cewek. Allah bisa marah tau`. Selesai ampe sini??? belooonn sodara- sodara!!.

Adikku yang paling manis itu  frekuensi suaranya melengking dah kya kaleng kerupuk yang dipukul, kalo lagi ngedenger suara musik keras dari kamarku. En paling parahnya, dia nggak kasih aku pintu masuk kalo aku abies pulang dugem.

Semua `penyiksaan` nggak cuman sampe disitu. Dia paling demen nyembunyiin semua rokok- rokok ku. En dia pasti siaga satu kalo pacarku dah kerumah. Yaaah, mana asik berduaan malah dia duduk ditengah. Keki laaa. Apalagih. Asli` lama- lama panas juga nich telinga.

Tapi ya....Emang sih walopun adikku lebih cerewet dari mamaku ataupun tukang jamu yang biasa mangkal depan rumah, tapi kalo soal perhatian en kasih sayang ke aku, dia yang paling nomer satu. Cuman itu ituh kalo dah menyangkut masalah agama, aku nyerah dah ma dia. Ampe kdang aku mikir loh, keajaiban dari mana sih yang ngebuat nich makhluk atu ampe bertahan segitu lamanya dengan aturan yang buat aku nyiksa banget. Scara nggak da seninya tuh menurutku.

Coba deh, seumuran dia pada banyak yang keluar ngapel kalo malem minggu ama cowok. Minimal nonton dimana kek bedua ma gebetan, eh yang ini... nggak da tanda- tanda sama sekali boss. Betah ajah ngendon dirumah, paling banter ke masjid dah di ujung jalan.. deket rumah juga. fiuuuh gariiing bener daaah.

Heee...Emang nggak kan habis kalo suruh crita soal tuan putri satu itu.
Tapi Sayangnya...
Semua cuman tinggal kenangan. Karena sekarang tinggal aku satu- satunya anak ortuku di rumah. Adikku dah duluan dipanggil ma yang maha kuasa. Nggak tau nich kenapa jadi sedih kalo keinget dia. Mungkin karena senyumnya yang khas kali ya. Ya gitu deh, walopun dia cerewet tapi dia nggak pernah ngeumbar marah, malah suka senyum kalo aku lagi marah. Adem sih emang. Ampe heran aku.

Dan sekarang dia hanya meninggalkan sesuatu tapi yang sangat berharga buat aku. Setelah sangat lama, ternyata dia ngebuat catatan untuk ditujukan ke aku. Semua daftar kecrewetan adikku tentang apa yang boleh en apa yang nggak boleh. Heraaan ya, hampir sebuku penuh aturan yang ada, yang kata adikku dia nulis dari hasil dia ikut pengajian. Aku akhirnya mikir, Buseeeet nich agama apa -apaan yach? Masak apa- apa nggak di bolehin.

Butuh waktu lama untuk ngruntuhin ego en atiku ndiri. Tapi nggak tau, kenapa hatiku tambah yakin kalau semua ini adalah jalan yang bener.

Semua nggak laen karena aku dah ngeliat buktinya langsung. Yaitu adikku sendiri. Emang dia anaknya paling ngeselin karena suka nglarang aku ini dan itu. Tapi stau aku dia walo sebage adik, adalah lebih pintar ngejaga diri dari pada aku, kakaknya, yang kurang bisa ngasih contoh yang baek.
Sedikit demi sedikit aku mulai mempelajari en paham. Pergolakan batinpun emang juga selalu aja ada. Sampai akhirnya aku sampai pada sebuah kesimpulan.

Dari situ aku ngerti, kalo Islam bukan ribet, tapi justru agama yang paling lengkap. Dari mulai urusan paling mini ampe urusan paling maxi, semua ada tuntunannya. Nggak bakal ada yang ngatur selengkap Islam ngatur hidup kita. DIJAMIN!!!

Dan Islam ternyata bukan cuman tentang larangan alias nggak boleh ini dan itu. Tapi Lebih dari itu, Islam adalah Rahmat, bagi seluruh isi dunia. Allah ngelarang, ngebolehin, ataupun memerintah itu semua adalah buat kebaikan kita sendiri

May be, aku ngerasa terpenjara pas dulu itu,  karena itu udah manusiawinya rasa sebuah nafsu. Yang namanya nafsu ya maunya akan selalu bebas en jurusannya ke maksiat. Nggak da lagi selain itu. Karena nafsu emang tunggangannya syetan. En syetan itu akan dengan segala cara ngebuat kita jadi orang nggak bener. Nah tar kalo dah nyesel, mereka pada tepuk tangan tuh. Yah emang kya gituh kerjaannya syetan.

Manusia cuman nge judge yang keliatan dimata mereka aja, ato kalo nggak sekedar nyampein pendapat mereka dari ilmu yang sangat minim or buat kesimpulan dari fakta yang nggak 100% falid. Wajarlah, Scara indra manusia juga terbatas gitu. Tapi Allah maha mengetahui apa yang didepan dan apa yang dibelakang. Allah maha kuasa atas sesuatu, termasuk tentang detailnya kita. dan seperti yang aku bilang diatas, bahwa semua yang dilarang atopun diperintahkan Allah ternyata adalah bener- bener untuk kebaikan, cuman emang kadang manusianya aja, termasuk aku kali`, hee.. yang emang pada bandel. Ah ternyata aku baru sadar kenapa Allah nglarang ini en itu.

Sekarang...
Aku suka menjadi religius. Nggak tau kenapa, dengan pilihan jadi kya gini, semua- mua terasa enteng ajah dilaluinnya. Walo kta orang sih, di umurku ini, paling semua cuman sekedar gambaran idealisku sebagai anak muda. Ahh biarin mereka mo ngmong apa. Malah kalo aku ngliat mereka, yang ada malah kasihan, soalnya yang mereka pikir itu adalah sama dengan pemahamanku dulu, sebelum akhirnya Allah memberikan hadiah berharga berupa hidayah ini kepadaku.

Aku bener- bener bangga jadi orang islam. Karena ternyata cuman dengan ini aku ngerasa dame. Bukan uang, bukan temen, musik, rokok, apalagi dugem. Aku juga mulai bisa hidup terarah, karena aku dah menemukan arah. Dan aku ngerasa untung karena aku dah bisa nemukan en ngenal Allah saat aku masih muda gini. 

Ssssttt...Satu lagih, en yang niy paling kesan buat aku, hee...scara gituh, dulu kan paling berat ngelakuinnnya. Tapi ternyata aku baru ngerti sekarang, kalau sholat itu bikin ati bersih en adem. Gimana nggak coba, ibarat orang mandi 5x sehari, emang bakal masih akan ada gituh kotoran ditubuhnya?. Nggak laa. Pas sholat juga kita bisa curhat semau kita, apapun, tema apapun, tidak terbatas tempat dan waktu, alah... and for free, sama Allah. Nyezz deh di hati.  

May be Buat kamu semua, susah untuk bisa ngeraba apalagi ngerasaain kedamaian hidayah yang aku dapat ini. Ya emang scara yang beginian baru bisa dirasakan kalo kita baru ngalamin sendiri. So, kalo nggak percaya, kenapa kamu semua nggak buru- buru ngedapetin yang sama seperti yang aku udah dapet. Giliranku udah, so,... kamu kapan??? :)

- Syahidah - 
Khoirony / Warung Ilmu
Wanita muda itu terlihat kusut dan lusuh. Air matanya terus berjatuhan, isaknya sangat memilukan, pekat batinnya terpancar dari wajahnya yang penuh beban. Semua penyesalannya ditumpahkan di hadapanku.

Dia masih sangat muda, belum genap tiga puluh tahun usianya, pernah terjatuh dan menduakan Allah serta bermaksiat. Kini nuraninya tersadar, menggedor-gedor pintu hatinya agar bertaubat.

“Aku sungguh hina dan buruk, masa lalu yang penuh kejahiliyahan, menduakan-Nya, dan meninggalkan segala perintah-Nya,” jeritnya lirih.

Kubiarkan wanita muda itu menangis beberapa menit. Setelah agak tenang, kubacakan ayat indah dari Sang Ghaffar padanya.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, sesungguhnya kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang beriman” (Ali Imran 139)

“Apakah aku harus mati saja saat ini?” Tanyanya pilu, seakan ayat yang kusebutkan belum mampu menenangkan batinnya yang porak-poranda.

“Kematian adalah sesuatu yang pasti, namun matilah dengan cara yang Allah ridhai. Simaklah firman-Nya dalam surat An-Nisa’ ayat 78: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapati kamu, meskipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh,” kucoba memotivasinya.

“Otak ini telah beku, dihimpit rasa yang menusuk-nusuk. Aku benar-benar putus asa dengan hidupku,” keluhnya lagi dalam tangis.

Beberapa saat kemudian, kucoba menenangkan agar tangisnya sedikit reda. “Sesungguhnya, tiada berputus asa dari Rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir,” ujarku mengutip surat Yusuf ayat 87.
Tangisnya terdiam sesaat, namun benteng hatinya tak cukup kokoh menahan gejolak jiwanya. “Apakah Allah akan mengampuni dosaku yang seluas samudera?” keluhnya lagi.

“Duhai jiwa, ketahuilah janji-Nya dalam ayat-ayat cinta yang indah: ‘Dan Dialah yang menerima taubat hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Itulah janji Allah dalam surat Asy-Syura ayat 25, wahai jiwa yang renta, apakah engkau memahaminya?” tanyaku padanya.

Lagi-lagi dia sesenggukan dalam tangis panjang, nuraninya mengajak pada kebenaran, hidayah-Nya meresap dengan pelan dalam lubuk hati.

“Duhai jiwa, sebuah hadits dari sang kekasih Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, begini sabdanya, “Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selama nyawa belum sampai di kerongkongan.” Adakah engkau meyakininya?” ujarku memotivasi.

Dia tampak manggut-manggut mendengar penjelasanku, wajahnya sedikit berubah, air matanya tidak separah sebelumnya. “Nasihati aku satu ayat lagi,” pintanya.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas pada diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” jawabku sambil menyitir surat Az Zumar ayat 153.

Dia terdiam, tangisnya pelan-pelan reda, wajahnya terlihat cerah, menyala optimis jiwanya.

“Aku akan menjemput taubat pada Rabb yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang,” bisik wanita muda itu penuh tekad kuat di depanku.

Aku pun larut dalam tangis hening, aura kesyukuran bergurat lembut dalam hati, menyaksikan hamba yang sedang berusaha mendekat-Nya.

“Berkah Allah atasmu wahai jiwa yang sedang menuju kesucian taubat,” doaku lirih.

Duhai jiwa yang keropos imannya
Saatnya engkau bangkit dari keterlenaan dunia
Rengkuh iman yang dulu menyala di dada
Diri yang penuh  lumpur dosa dan  nista
Butuhkan suntikan religi membara
Reguk manisnya sujud cinta
Di atas taubatan nashuha.