11/21/13
no image
Khoirony / Warung Ilmu
Faiz suka banget sama grup band Armada, walaupun lagunya kadang-kadang “melo” tapi menurut Faiz, Armada tuh “gue banget”. Hitsnya selalu menjadi hapalan wajib. Sampai hits terbaru armada jadi ringtone hape Faiz. Dia pun selalu rajin mengikuti perkembangan band favoritnya tersebut lewat fb. Faiz pun mengikuti gaya rambutnya Rizal sang vokalis, hanya saja Faiz nggak berani ikutan gondrong karena di sekolahnya, siswa lelaki dilarang keras berambut gondrong.

Lain lagi dengan Dinda. Gadis manis yang selalu berjilbab cerah itu ternyata nge-fans berat sama SuJu (Super Junior). Meskipun teman-teman ROHIS (Rohani Islam) -nya sudah mengingatkan Dinda untuk tidak menonoton konser SuJu di Ancol akhir bulan lalu tapi diam-diam Dinda pergi juga menonton. Itu pun tanpa sepengetahuan ayah dan Ibu Dinda. Dinda berpamitan pada orangtuanya untuk menginap dalam rangka belajar bersama di rumah salah seorang teman yang sudah dikenal orangtuanya.

Pulang dari konser SuJu, Dinda terlihat murung. Dinda malah merasa tidak mendapatkan kepuasan apa-apa. Berdesak-desakan dengan ELF (penggemar SuJu), menonton idolanya bergaya di panggung, dan berusaha untuk fun menikmati hentakan musik, tapi entah mengapa Dinda malah merasa semua itu sia-sia. Dinda malah merasa bersalah telah berbohong pada kedua orangtuanya.

…Idolakanlah orang yang mendorong kita untuk selalu dekat dengan kebaikan…

Fenomena mengelu-elukan artis memang sebuah pemandangan yang tak asing terjadi. Memang sih nggak melulu pelakunya kita-kita, yang masih remaja. Namun, polah teman-teman kita yang pagi-pagi sudah menjadi penonton acara musik live di televisi, seakan menjadi sebuah tren yang membenarkan kalau yang hobi ngejar-ngejar idola itu ya kita para remaja. Nggak gaul kalau belum pernah nonton live artis atau memfoto langsung sang idola. Sampai akhirnya banyak teman kita yang katanya sedang mencari jati diri dengan mengidolakan seseorang, kemudian sama sekali kehilangan jati dirinya karena meng-copy paste habis-habisan sang idola.

Idola memang diperlukan dalam pengembangan kepribadian seseorang. Karena, manusia pada dasarnya memang membutuhkan panutan yang bisa menjadi cermin saat harus menentukan apa yang harus dipilih. Punya idola memang naluriah tetapi mencari dan menetapkan siapa idola kita, juga harus benar-benar sosok yang luar biasa yang bahkan lebih mulia dari kita manusia biasa. Jangan sampai idola kita tersebut malah membuat kita menjauhi kebenaran, semakin dekat dengan keburukan, bahkan membuat kita lalai dari Allah SWT.  

…Mengidolakan Rasulullah tidak akan membuat kita ilfil (ilang feeling), justru akan membuat kita lebih semangat berbuat kebaikan…

Jangan sampai kita terjebak pada kekaguman kita pada sang idola kemudian melakukan hal negatif seperti yang dilakukan oleh Dinda yang berbohong pada orangtuanya. Juga jangan mengidolakan orang yang mendorong kita atau membiarkan kita melakukan tindakan yang buruk.

karena itu, idolakanlah orang yang mendorong kita untuk selalu dekat dengan kebaikan bahkan yang pertama kali konsisten melakukan kebaikan tersebut. Maka, tentu tidak ada pilihan yang terbaik kecuali Rasulullah SAW. Soalnya, tentu kita tidak mengetahui seorang pun yang menyamai Rasulullah dalam hal kebaikan dan teladan untuk selalu taat kepada Allah SWT. Mengapa harus kita harus tahu siapa dan bagaimana idola kita? Sebab, Allah SWT bertitah gini, Sobat:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati; semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (Qs Al-Israa:36)

Insya Allah, mencintai dan mengidolakan Rasulullah tidak akan membuat kita ilfil (ilang feeling) seperti yang dialami Dinda selepas nonton konsernya SuJu. Mengidolakan Rasulullah SAW justru akan membuat kita lebih semangat berbuat kebaikan. Mengikuti Rasulullah SAW juga akan membuat hati kita berbunga-bunga selalu karena akan banyak orang yang juga semakin mencintai kita karena pribadi kita yang semakin mempesona.


no image
Khoirony / Warung Ilmu
Masa remaja, adalah saat dimana kita membutuhkan figur dan suasana serta lingkungan yang baik buat kita tumbuh. Tapi, sayangnya ternyata nggak semua orang bisa mendapatkan yang dia mau.
Dan keadaan itu akhirnya membuat remaja seumuran kita memilih jalan berputus asa dan semakin terpuruk dan menjadi pesakitan. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk mengganti jati dirinya menjadi seseorang yang kurang bagus dalam hal akhlak dan perilaku, demi datangnya sebuah perhatian.
Sahabat, Allah SWT, telah mengirimkan contoh teladan yaitu Rasulullah SAW yang seorang yatim piatu. Tidak ada orang tua yang mendampingi untuk berkeluh kesah atau sekedar memanjakan beliau. Saat itu Rasulullah hanya hidup dengan pamannya, Abu Thalib.
Pada awal-awal masa remaja, Rasulullah juga belum memiliki pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitu, beliau  nggak putus harapan, beliau juga tidak mengeluh. Beliau menggembala kambing di kalangan Bani Sa’ad dan juga di Makkah dengan imbalan beberapa dinar. Beliau menjalani semua itu nggak cuma satu hari dua hari, tapi selama beberapa tahun.

Lihatlah, betapa semua cobaan dalam hidup tetap tidak membuat beliau bersikap tidak baik ataupun sampai terjerumus dan menjerumuskan diri pada hal- hal yang negatif. Beliau tetaplah mempertahankan kemuliaan akhlaknya, seperti yang diceritakan oleh Ali bin Abu Thalib,  bahwa Rasulullah pernah bercerita :
“Aku tidak pernah tertarik oleh perbuatan yang lazim dilakukan orang-orang jahiliyah kecuali dua kali. Namun dua kali itu Allah menjaga dan melindungi diriku. Ketika aku masih bekerja sebagai penggembala kambing bersama kawan-kawanku, pada suatu malam kukatakan kepada seorang dari mereka : “ Awasilah kambing gembalaanku ini, aku hendak masuk ke kota (Mekah) untuk bergadang seperti yang biasa dilakukan oleh kaum pemuda”. Setibaku di Mekah kudengar bunyi rebana dan seruling dari sebuah rumah yang mengadakan pesta. Ketika kutanyakan kepada seorang di dekat rumah itu, ia menjawab bahwa itu pesta perkawinan si Fulan dengan si Fulannah. Aku lalu duduk hendak mendengarkan tetapi kemudian Allah swt membuatku tertidur hingga tidak mendengar apa-apa. Demi Allah aku baru terbangun dari tidurku setelah disengat panas matahari. Peristiwa ini terulang lagi keesokan harinya. Demi Allah sejak itu aku tidak pernah mengulang hal-hal seperti itu lagi”.

Subhanallah....
Sahabat, banyak dari kita beralasan, “aku begini karena broken home”, “aku bandel karena kurang perhatian dari sekitarku”, “aku jadi rusak karena tidak ada yang membimbingku” dan lain sebagainya. Tapi semua hujatan dan makian kita terhadap keadaan sama sekali tidak membuat kita beranjak dari kesalahan itu sendiri. Kita tetap disana dan “menikmati”.

Sahabat, ketahuilah... memang hidup adalah tentang melewati berbagai cobaan demi cobaan. Banyak dari kita yang mudah tergoda dengan “kesenangan”, karena saking putus asanya menghadapi keadaan.
Padahal, jika kita tahu, sebenarnya semua itu nggak menyenangkan sama sekali. Kita mengira, toh masih muda ini kan, jadi nikmati saja. Tapi sayang banget, nggak ada yang gratis di dunia ini.
Termasuk dengan akibat minus dari setiap perbuatan jelek yang kita lakukan. Walaupun itu atas nama pelarian dari putus asa.
Nah, sayangnya saat kita sudah jatuh pada titik terendah dari kejatuhan kita akibat perbuatan itu, nggak jarang menyalahkan orang tua, keluarga, bahkan siapapun kecuali diri kita sendiri, sebagai akibat dari semua kesalahan yang kita lakukan. Nggak Gentle banget kan.
Maka dari itu tugas seorang pemimpin yang nggak bisa di wakilkan adalah memutuskan. Dan kamu adalah pemimpin dari diri kamu sendiri. So, mengapa kita tidak tegas kepada diri sendiri, dengan mengatakan "NO" kepada kemaksiatan atau perilaku kurang baik apapun yang kita lakukan?.
Dengan begitu kita akan boleh berbangga dengan kemampuan diri kita mendidik diri sendiri. Lihat saja, nggak akan ada ruginya kok, kalau kita buru- buru meng-cut kebiasaan buruk itu secepatnya. Yups, karena semua orang pasti tahu kalau menjadi pribadi yang mengalami kerugian itu, tidak akan menguntungkan dan mendamaikan. Dan siapakah orang yang merugi itu?

Rasulullah SAW Bersabda, "Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari).
Kalau orang lain bisa, lalu kenapa kita nggak? Bukankah kita semua diciptakan Allah dengan sangat istimewa dan pasti punya keistimewaan tersendiri?.

Kuncinya adalah kesegeraan segera tentukan akan jadi apa dan akan kemanakah jalur hidupmu akan kamu habiskan, dengan mengubah kejelekan dan mengolah kekurangan kita, sehingga kita menjadi pribadi yang pantas dibanggakan, paling tidak oleh diri kita sendiri.
Hidup kan Cuma sekali ini, kenapa nggak membuat yang sangat berarti? Ya, nggak?


no image
Khoirony / Warung Ilmu
         
Banyak alasan untuk memutuskan sang pacar. Tapi di antara berjuta alasan yang ada, takut dosa adalah alasan paling keren dan bertanggung jawab dibandingkan yang lain. Kamu jadi males pacaran karena sudah nyadar bahwa pacaran hanya sebuah upaya untuk dekat-dekat dengan zina. Dan kamu juga telah tahu bahwa zina adalah sebuah jalan yang buruk untuk ditempuh.

Bagi cowok, kamu sudah paham bahwa pacaran itu hanya sebuah cara untuk melecehkan cewek. Kamu ingin menempuh cara baru dalam menghormati cewek yaitu dengan jalan menikah saja. Nah, karena masih usia sekolah pake seragam putih abu-abu (SMA) atau bahkan putih biru (SMP) maka niat itu ditunda dulu sementara waktu. Caranya adalah memutuskan sang pacar dengan baik-baik dan mengajaknya untuk sama-sama belajar dan mengamalkan Islam dengan baik dan benar.

Masalahnya, memutuskan pacar tak mudah seperti membalik telapak tangan. Kamu sudah terlanjur sayang padanya. Kamu tak ingin menyakiti hatinya. Tapi di satu pihak, kamu tak mungkin melanjutkan hubungan tanpa status tersebut. Apalagi cowok biasanya paling gak tahan kalo melihat cewek nangis, terlebih ini cewek yang sangat disayanginya. Trus, gimana donk?

…memutuskan pacar tak mudah seperti membalik telapak tangan. Kamu sudah terlanjur sayang padanya. Kamu tak ingin menyakiti hatinya…

Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh. Pertama, kamu berusaha menemuinya langsung tapi dengan syarat tak boleh khalwat alias berdua-duaan tanpa non mahrom. Suruh si dia bawa teman ceweknya. Dengan bertemu langsung, kamu bisa menjelaskan alasanmu ingin putus. Semuanya karena Allah semata, bukan karena ada pihak ketiga atau cewek lain di hatimu. Kalo kamu merasa berat bertemu dengannya karena khawatir dia histeris atau nangis, ada cara kedua yaitu menulis surat. Karena teknologi sudah canggih, boleh tuh pake email atau surat elektronik. Tapi jangan pake sms ya karena namanya aja Short Messaging System alias pesan pendek, kamu jadi gak leluasa menjelaskan alasanmu ke dia.

Bagaimana kalau setelah mengetahui keputusanmu, si mantan tak terima? Mungkin saja dia bakal nangis mendatangi kamu karena tak ingin diputusin. Bisa juga dia marah-marah dan memakimu di depan umum. Atau bahkan kemungkinan terburuk dia bisa jadi jatuh sakit karena tidak ingin kamu putusin.

Kalem Bro, semua itu merupakan ujian bagi keimananmu saat ini. Dengan semua reaksi sang mantan di atas, Allah ingin melihat sejauh mana keteguhan imanmu untuk taat pada-Nya. Keteguhan disini bukan berarti bertindak kasar loh. Kamu tetap harus baik dan lembut sama cewek. Baik dan lembut itu tak menghalangi kamu untuk bersikap tegas pada pendirianmu bahwa pacaran kalian tak bisa dilanjutkan lagi. Nasehati dia dan pahamkan bahwa Islam tak mengenal pacaran sebelum nikah. Bila memang berjodoh, satu ketika nanti kalian berdua pasti akan dipertemukan lagi oleh Allah pada kondisi yang diridhoi-Nya yaitu dalam ikatan pernikahan.

Jangan lupa, bawa serta dalam doamu bahwa Allah akan melunakkan hatinya agar bisa menerima keputusanmu itu. Bukan itu saja, doakan juga ia segera sadar dan tidak akan mengulangi aktifitas pacaran lagi. Kamu bisa mencoba menghubungi aktifis rohis (kerohanian Islam) yang akhwat (cewek maksudnya) agar mendekati sang mantan supaya ia juga mau mengaji Islam dan paham hukum-hukum Allah yang lain.

…bawa serta dalam doamu bahwa Allah akan melunakkan hatinya agar bisa menerima keputusanmu itu. Bukan itu saja, doakan juga ia segera sadar dan tidak akan mengulangi aktifitas pacaran lagi…

Nah, sekarang kamu gak takut lagi kan sang pacar akan sakit hati ketika kamu putusin? Kalo berbagai cara di atas sudah kamu tempuh dan si mantan tetap keukeuh sakit hati dan tak menerima keputusanmu, maka serahkan semua pada Allah. Cewek seperti itu benar-benar tak pantas untukmu. Diajak untuk takut dosa malah nantang. Diajak tobat malah kumat jahatnya. Inilah momen untuk kamu ketahui bahwa ternyata cewek yang pernah kamu pacari adalah orang yang keras hatinya dan susah diajak kepada kebenaran. Maka, biarkan saja.

Yakinlah bahwa Allah akan memberimu ganti dengan seseorang yang jauh lebih baik darinya, kelak bila kamu sudah siap untuk berumah tangga. Untuk saat ini, fokus dulu pada belajar dan berprestasi setinggi-tingginya ya. Jangan khawatir soal jodoh karena sejak mula ruhmu ditiupkan dalam rahim ibu, pasangan jiwa itu sudah ada untukmu. Tinggal kamunya saja mau menjemputnya dalam kondisi haram atau halal. It’s up to you, Bro. Muslim cerdas pastilah memilih yang halal yaitu tanpa pacaran sebelum nikah. Keren kan? Siip dah! ^_^
-          Bacaan Remaja Paling Laku Lainya :






no image
Khoirony / Warung Ilmu
Kisah ini mengenai 3 orang , Syafiq, Safura dan Muhammad. Syafiq dan Safura sama-sama belajar di universitas islam . sejak semester pertama, Syafiq jatuh hati pada keayuan Safura. Matanya indah bak kejora. Wajahnya berseri-seri dengan cahaya keimanan. wuiihh!! Sangat Cantik sampai sampai sukar di lukiskan dengan kata-kata. Tetapi, Syafiq mencoba tuk menahan diri. Dia takut untuk meluahkan perasaannya pada Safura sebab takut terjatuh kedalam perangkap syetan dengan kemaksiatan . 

Beberapa tahun berlalu...Akhirnya, saat Syafiq menginjak semester 5, dia sudah tidak mampu lagi menahan perasaanya. Dia mencari akal bagaimana caranya meluahkan perasaannya dan juga bagaimana caranya membuat safura pun mencintainya,akhirnya Safura pun jatuh luluh dalam pesona cinta yang ia tebarkan . namun … Walau bagaimanapun, mereka berdua menyadari bahwa mereka orang Islam. Dan dalam Islam tidak membenarkan umatnya ber’pacaran’. Jadi mereka sepakat bahwa mereka hendak membuat satu revolusi dalam pacaran. "pacaran islami".

setiap jalan keluar berdua … mereka selalu pergi ke tempat terbuka. Tidak pernah bermain-main ataupun meilih tempat yang sepi . Bukan itu saja, bahkan Safura memakai hijab yang syar’ie yang menutupi seluruh tubuhnya , mengenakan kaos tangan dan kaos kaki sehingga yakin bahwa mereka tidak akan pernah bersentuhan aurat.. Syafiq pun tak kalah santunnya dengan selalu mengenakan baju muslim dan peci. Setiap mereka pergi berdua bukanlah untuk hura hura, mereka selalu membawa Al-Quran, tadarus bersama dan hanya berbincang tentang agama , makan di café yang terbuka dan ramai. Saat jalan berdua pun tidak ada acara bergandengan tangan , mereka mengikuti cara Nabi Musa. Lelaki di depan, perempuan di belakang. Ketika sudah pulang kerumah … jam 3 dini hari saling miscall mengingatkan untuk Qiyamul-lail. Hmmm … sungguh gaya pacaran yang islami ya…. ~_~
selang setahun mereka menjalani “pacaran islami” itu, hingga suatu hari syafiq bertemu dengan Muhammad. Saat itu safiq dan safura sedang bertadarus di sebuah café terbuka, Muhammad tiba-tiba datang menghampiri mereka kerana tidak mendapat tempat duduk yang lain . saat duduk semeja dengan mereka muhammad bertanya, "kalian suami istri?". "bukan.", jawab Safura. "lalu, mengapa kalian duduk berdua di sini", tanya Muhammad. "Kami pacaran, tapi Islamic way" jawab Syafiq. Muhammad hanya tersenyum mendengar jawaban itu. Kemudian Muhammad pun menceritakan sesuatu …
"saya seorang muallaf , dulu saya beragama Kristen . Dulu, saya gemar makan babi. Kalau sehari tak makan saya bisa pingsan . Pernah sekali ibuku lupa beli babi, dan akhirnya saya masuk UGD hari itu. Tetapi, Alhamdulillah, Allah membuka pintu hati saya untuk menerimahidayah-Nya. Sejak saya masuk Islam, saya baru tahu bahwa dalam Islam tidak boleh makan babi. Aduh, kepala saya jadi pening. Apa yang harus saya perbuat ??? Seminggu saya di rawat di rumah sakit setelah masuk Islam.. Jadi, waktu berada di rumah sakit itu aku berfikir dan mencoba mencari jalan keluar tentang kebiasaan saya memakan daging babi. Akhirnya, saya menemukan jalan keluar yang saya fakir adalah ide terbaik. Saya mau islamkan babi itu … saya beli seekor anak babi. Dari kecik saya rawat dia... Seekor lalat pun tidak saya ijinkan hinggap di badannya.Setiap jam saya mandikan dia. Setiap tiga hari saya bisikkan di telinga babi itu dua kalimah syahadah. Kemudian tiap-tiap hari saya merawatnya sambil berdzikit dekat babi itu. Setiap kali dia buang kotoran saya sucikan dia dari najis. Begitulah berlansung selama dua tahun . lalu masa yang di tunggu akhirnya tiba… waktunya menyembelih babi itu … setelah saya perhatikan.. babi itu tidak mempunyai leher … tapi saya tak perduli , segera saja saya sembelih babi itu dan tidak lupa membaca bismillah . setelah di masak … dengan lahap saya menyantap daging babi itu . maklum sudah dua tahun saya tidak makan babi .
saat sedang asyik me nyantap daging babi it dengan lahapnya , tiba tiba seorang ustazd melintas depan rumah , wajahnya seolah olah sedang kelaparan. Saya pun memanggilnya dan mengajaknya beliau makan bersama …
“ pak ustadz mari makan .. ini babi islam “
namun tanpa berkata apa apa pak ustad itu segera berlalu dengan tergesa …
ketika mendengar cerita dari Muhammad itu… akhirnya Syafiq dan Safura pun sadar. Bahwa sesuatu yang haram adalah tetap haram . Dan mereka pun sepakat untuk mengakhiri “pacaran islami “ yang mereka jalani, dan sepakat untuk tidak saling bertemu , tidak berbicara baik secara langsung ataupun lewat telefon . hingga mereka lulus dan menjadi sarjana .

Selang tiga tahun akhirnya syafiq resmi melamar safura dan mereka pun menikah .
Alghayah la tubazzilul wasillah.

sebuah renungan untuk tidak menghalalkan segala cara demi mewujudkan hawa nafsu. Walau di poles dan di kemas dengan cara apapun, yang haram tetap haram. kebanyakan manusia kini sering mengutak-atik hukum Allah serta mengambil dalil Al-Quran dan sunnah demi untuk kepentingan diri sendiri .

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini .

-          Bacaan Remaja Paling Laku Lainya :



no image
Khoirony / Warung Ilmu
Udah tahu Harun Al Rasyid? Dia seorang khalifah besar yang pernah memimpin  Armenia, Azerbaijan, Mesir, Suriah dan Tunisia.  Dan tau ngga, dia menjadi khalifah saat usianya masih 21 tahun. LUAR BIASA! Bahkan saat umurnya masih 18 tahun, Harun udah memimpin banyak pertempuran melawan Kekaisaran Romawi Timur. Karena itulah dia berhasil menyabet gelar Jenderal dengan sebutan ?eAl-Rasyid?e, yang artinya mengikuti jalan benar, atau orang yang benar.

Terbukti kan friend, usia muda bukan halangan kita untuk menjadi orang besar. Bahkan justru di usia muda ini, kita masih punya tenaga penuh untuk menjadi orang besar, yang memiliki prestasi besar. Eits, jangan buru- buru bilang nggak mungkin! Hal- hal besar justru datang karena kita punya mimpi dan keyakinan yang besar. Di usia muda yang katanya minim pengalaman dan labil emosi, tapi nggak lantas memberi kita lampu merah buat berkarya.

Tapi satu kuncinya kalau kita mau berhasil, friend. Pegang aturan islam baik- baik, dan kita pasti akan selamat. Ini terbukti dari contoh- contoh di luaran yang bisa kamu lihat tuh. Gimana susahnya teman- teman kita yang pada main api, dan coba- coba melenceng dari aturan islam. Mereka memang buat malu keluarga, tapi lebih dari itu, mereka sangat merugikan diri mereka sendiri. Kalau sudah begitu, usia muda rasanya bakal kelewat begitu saja. Dan itu berarti kerugian yang besar! kalau rugi materi masih bisa dicari bos, nah kalau waktu, dimana kita bisa membelinya?.   
Selain kudu berpegang teguh kepada aturan islam, hal yang selanjutnya kita lakukan adalah, be brave alias berani. Berani melawan nafsu diri, berani melawan arus yang jelas- jelas nggak jelas, dan berani tampil beda selama itu tetap dalam aturan islam. dan buat yang satu ini, cuma dengan islam yang bisa buat kita tangguh dan berani mendobrak halangan yang menghadang jalan kita.

Lihat aja para mujahid- mujahid itu. Gimana musuh- musuhnya nggak keder, mereka berjihad dan berharap mati syahid. Orang yang justru ingin mati, gimana ngelawannya coba? mereka begitu berani karena Allah yang menjadi tujuan mereka. Sedangkan musuh mereka adalah manusia kafir yang cemen banget alias pengecut dan takut mati.   
Mereka juga berani menjadi pelaku perubahan, saat orang lain hanya mau sekedar menjadi penyemangat bahkan pencemooh mereka. Mereka nggak minder saat dinilai aneh oleh manusia. Mereka juga nggak takut dibilang apapun dari bahasa manusia. Hidup mereka hanya lurus dan lurus kepada Allah saja. Selama yang mereka lakukan itu benar menurut Allah, mereka akan tetap lakukan.
Mereka, tentara Allah itu, berani berprinsip, saat manusia lain sibuk jadi plagiat orang kafir. Mereka teguh dalam prinsip itu, walaupun mereka tahu hal itu nggak mudah dilakukan. Tapi Allah adalah yang maha menguatkan dan mendamaikan, dan mereka percaya itu. Kemudian, itulah yang membaikkan dan menentramkan hidup mereka. 

Lalu bagaimana dengan kita, friend? sudahkah kita berbuat sesuatu untuk islam seperti mereka? atau kita hanya puas menjadi penonton atau malah dan menjadi pengekor orang- orang kafir?. Friend, saatnya kita stop untuk hanya pintar bermemori ria dengan segudang prestasi tokoh- tokoh islam yang udah berhasil mengukir nama besar mereka.  Sekarang udah saatnya kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita juga udah sehebat mereka? atau malah masih jauh banget dari mereka?. Itu pertanyaan besar buat kita semua!



no image
Khoirony / Warung Ilmu
Pagi hari, waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Tak seperti biasanya, Sandra belum keluar dari kamarnya. Ibunya sudah bolak-balik mengingatkannya dari depan pintu kamar agar Sandra bergegas keluar dan bersiap berangkat ke sekolah. Namun, jawabannya cuma satu dan selalu sama, “Iya.” Sementara di dalam kamar, Sandra hanya tiduran di tempat tidur dan memegang hp warna biru lautnya. Status di fesbuk-nya, “Males banget, bête mau ke sekolah.”  

Padahal, Sandra tahu betul, kalau dia tidak berangkat sekolah hari itu, maka ia akan mendapatkan “semprotan” dari ibunya yang rada galak sekaligus melewatkan kesempatan untuk dapat mengikuti seleksi peserta lomba debat antar sekolah seprovinsi. Tapi, Sandra emang bener-bener mogok. Nggak mood sama sekali untuk berangkat sekolah. Rasanya melihat seragam sekolah, bagaikan melihat serbet dapur yang udah bau bin dekil gara-gara seminggu nggak dicuci, alias memuakkan! Tak peduli ibunya yang sudah mulai berteriak dan mengomel panjang-pendek di depan kamar, Sandra malah memasang headset hp-nya dan mulai mendengarkan musik sambil bernyanyi.

Pernah merasakan hal seperti ini?
Pasti pernah kayaknya ya Sob. Bete sampe ke ubun-ubun dan rasanya males banget melakukan hal yang harus kita lakukan. Yang itu lagi-yang itu lagi. Rasanya dunia nggak berubah warna dan membebani hati. Kalau yang gini sampai lama mengendap, bisa kacau-beliau semua urusan kita.

...Nah, doa ini tentu manjur juga buat kita untuk mengobati penyakit malezz, bête, galau, gelisah, dan kawan-kawannya...

Nah, yang kayak gini juga pernah menghinggapi shahabat Rasulullah yang bernama Abu Umamah. Abu Umamah duduk dengan air muka yang lesu di dalam masjid, padahal ketika itu biasanya seluruh penduduk Madinah sedang berada dalam kesibukan, baik bertani, berdagang, maupun  mengurus keperluan rumah tangga. Rasulullah kemudian bertanya ada apakah gerangan dengan shahabat tersebut. Abu Umamah kemudian mengatakan pada Rasulullah bahwa ia dalam keadaan yang sangat berat, gelisah, juga terlilit hutang.

Rasulullah SAW kemudian mendekati shahabatnya tersebut dan berkata, “Bukankah aku telah mengajarkanmu sebuah ucapan yang bila kamu mengucapkannya maka Allah akan menghilangkan kesedihan dan melunaskan hutangmu?”
Mau tahu, apa yang pernah diajarkan Rasulullah kepada shahabatnya? Nah, inget-inget ya Sobat. Jangan lupa kayak shahabat Rasul yang satu ini. Nah, ini dia nih doa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW,

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kesusahan, berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan ketakutan, dan berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang” (HR Abu Daud).

Doa ini diajarkan Rasulullah untuk diucapkan setiap pagi dan petang. Hasilnya… beberapa waktu kemudian, Abu Umamah telah kembali terlihat cerah-ceria dan mengaku bahwa semua kesulitannya telah hilang.

...Doa ini adalah jembatan perlindungan dari rasa malas dan kejenuhan, agar segala urusan kita dimudahkan dan terhindar dari segala bentuk bencana...

Nah, doa ini tentu manjur juga buat kita untuk mengobati penyakit malezz, bête, galau, gelisah, dan kawan-kawannya. Kalau kamu tiba-tiba kena rasa malezz trus bête yang bikin mogok nggak bergerak, maka bacalah doa ini sekhusyu’ yang kamu bisa. Terutama di pagi hari dan petang hari. Pagi, waktu di mana seharusnya kita seoptimal mungkin bergerak dan sore, waktu di mana biasanya kelelahan sudah mulai hinggap. Doa ini adalah jembatan bagi kita untuk meminta perlindungan kepada-Nya dari rasa malas dan kejenuhan yang kadang nggak bisa kita selesaikan sendiri. Juga doa, agar segala urusan kita dimudahkan dan terhindar dari segala bentuk bencana.

Insya Allah, bête dan malas yang menyergap bakalan hilang. Sebagai pencegahan, nggak ada salahnya, doa ini kita baca juga setiap pagi dan petang. Agar semangat untuk melakukan yang terbaik selalu full dan kita selalu terjaga dari setiap kesulitan yang tidak mampu kita atasi. Sip ‘kan? [Anis/voa-islam.com]


no image
Khoirony / Warung Ilmu
Banyak yang bilang kalau “Kalo pake narkoba atau ngedrug, kita bisa tambah  gaul, dan tampil”. Hmm... apa iya sih?  Friend, yakin deh!! udah pasti yang kaya’ gitu cumalah suara-suara setan yang pengen menghasut kita. Karena kenyataannya drugs udah berhasil menjatuhkan banyak orang ke titik terendah kehancuran mereka. Selain itu, yang namanya drugs bikin kita kecanduan. Tau kan artinya kecanduan? kita nggak akan bisa berhenti setelah kita memulai. Kalau sudah gitu siapa yang bakal rugi? tetangga? bukan atuh, yang pastinya dan tentunya adalah diri kita sendiri.

    So, hanya orang- orang pengecut yang mau menggantungkan keeksisan diri pada benda haram kaya' gitu. Tanya kenapa? Karena setiap kita sebenarnya dicipta untuk mampu. Hanya masalahnya, rasa minder dan penilaian rendah atas diri kita sendiri itulah yang membuat kita menilai murah kemampuan diri sendiri. Jadilah akhirnya kita gantungkan harapan palsu kepada drugs untuk bisa tampil lebih eksis. Dan.. dan selanjutnya apa kita tambah eksis? nggak bakal lah.. gimana mau eksis, jalan aja sempoyongan, pikiran kaco, badan kurus tinggal kulit, diajak ngomong dia malah meringis nggak jelas.

Lihatlah... apa Drugs mu mendamaikan? Come on be smart, please!!

    Trus buat siapapun kamu yang ada di luar sana, yang mau nyelesaikan masalah dengan berteman drug, hee... berarti kamu adalah orang yang menyedihkan. Friends, jangan terlalu tinggi mengasihani diri. Diluar sana masih banyak orang yang lebih sengsara dari pada kamu, tapi mereka nggak memancung masa depan mereka sendiri dengan drug. Lihatlah, mereka justru bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat. Sedangkan kamu yang memilih drugs sebagai penyelesaian, apakah selesai masalahmu?

    Friend, Kita ini masih muda! Kita kuat secara tenaga, kita masih punya masa depan, dan kita bukan pengecut yang nggak berani menghadapi kenyataan. Percaya deh, bukan sekarang waktunya untuk kita mati muda gara- gara drugs, dan nggak jamannya lagi gaul pake barang haram gitu. Kalau lingkungan dan teman- teman gaul kamu mempengaruhi buat berteman dengan drugs, mending sekalian aja jauhin mereka. Karena teman sejati itu nggak akan menjerumuskan, yang ada malah harusnya menyelamatkan. So, jaga diri baik- baik ya! ingat kawan, setiap kamu adalah istimewa, dan kamu pantas jadi yang paling eksis, tanpa pake drugs tentunya.

Friend, setiap kita adalah unik. Dan kita adalah istimewa, seistimewa orang lain yang kita pikir lebih istimewa dari kita. Kitapun bisa bersinar seperti mereka- mereka yang hebat, asal kita mau memilih untuk nggak bersentuhan dengan drug.




no image
Khoirony / Warung Ilmu
Banyaknya para remaja seusia kita yang punya pemahaman minim tentang islam, yang kemudian bertemu dengan serbuan budaya barat yang menawarkan kebebasan, membuat kita akhirnya jadi ragu tentang dimana seharusnya kita menempatkan diri. Saat dua kutub yang ekstrim berpapasan, kita kemudian mau tidak mau harus memilih dalam menentukan sikap serta kelanjutan kehidupan kita pada salah satu sisi yang menarik di hati kita.
Sebut saja bulan februari yang identik dengan bulan cinta para remaja. Yups, begitulah yang banyak di dengungkan oleh kutub barat. Kebebasan mengekspresikan cinta yang kemudian menghalalkan juga adanya "sesuatu hubungan yang lebih" sebagai kelanjutannya, kemudian banyak menarik minat kita yang masih labil untuk kemudian mencobanya. Seakan bukan hanya udah jadi adat namun bulan cinta itu, disakralkan menjadi "agama" yang harus di puja dan dianut, dan kalau sampai nggak, maka akan jadi dosa.

Sedangkan nggak jarang banyak orang yang kemudian menyandingkan dan membandingkan kebiasaan ini dengan cara- cara ketimuran yang dinilai kurang asyik. Dan selanjutnya aturan- aturan islami, yaitu pernikahan atau ta'aruf pun dilanggar, sekali lagi atas nama mengekang, penuh aturan, dan kuno.

Padahal islam datang justru untuk memuliakan kita. Selain itu, islam datang datang untuk meninggikan derajat kita biar nggak sama dengan hewan.Pikiran dan konsep- konsep yang kebanyakan ditawarkan kutub tetangga sebelah, kebanyakan hanyalah untuk menjauhkan sejauh- jauhnya kita dari sebuah kemuliaan, dan cerahnya masa depan. Contoh aja tentang kebebasan bergaul. Efeknya nggak sepele loh, sebenarnya "hasil"  nyatanya sudah banyak, may be nggak kehitung lagi jumlahnya. tengok saja di kiri kananmu, banyak dari mereka penganut aliran kebebasan hidup yang kemudian terjerumus menjadi pelaku aborsi, pecandu narkoba, hidup luntang- lantung nggak jelas, perokok berat, dll, dsb. Benar- benar kita dilalaikan, sampai kita benar- benar jatuh dan dalam keadaan yang sangat rendah. Dan sayangnya, penutup dari semua itu hanya selesai pada kata menyesal.

Itu belum seberapa, lihat saja betapa banyak adik, saudara, atau teman kamu yang cewek yang dilucuti habis- habisan pakaian mereka. Dan lucunya bukan orang lain yang melakukan, tapi diri mereka sendiri, dan pola pemikiran mereka yang sudah teracuni atas nama kebebasan itulah yang menggerakkan tangan- tangan dan hati para cewek- cewek itu sendiri. lucunya, para orang tua yang melihat semua itu justru mendukung dan berlomba- lomba menjadikan anak mereka menjadi yang "tercantik" dan yang "terseksi".


Friend, sudah saatnya kita cut off semua pemikiran rendah yang direncanakan musuh islam itu. Jangan sampai ini jadi dosa warisan, yang karena kamu nggak mau tahu dan terlalu sibuk dengan urusan duniawimu, kelak ketika kamu sudah jadi ortu, pemikiran yang sama akan kamu wariskan kepada anak- anak kamu. Sudah saatnya kamu bangkit dan dengan tegas, memilih di kutub mana seharusnya kamu berada, dan menghabiskan sisa hidup kamu yang cuma satu kalinya ini.
no image
Khoirony / Warung Ilmu
Cantik. Kata yang begitu digemari perempuan. Sangat diidam-idamkan bahkan diperjuangkan. Keinginan untuk menjadi seperti yang dimaknai dalam kata ini bahkan telah sangat dipahami oleh anak kecil sekalipun.
Seperti seorang anak berusia empat tahun yang sangat gemar membolak-balikkan katalog produk kecantikan internasional. Jemarinya begitu lincah membuka lembar demi lembar buku kecil tersebut. Sementara matanya tak lepas mengamati berbagai produk kecantikan beraneka warna di hadapannya. Dengan bangga, ia menunjuk beberapa jenis produk yang terpampang dan mengatakan bahwa produk tersebut adalah miliknya. “Nanti, aku cantik sepelti ini ya Ummi?” tanyanya sambil menunjuk foto model berambut pirang panjang di halaman tersebut. Sang Ummi pun hanya tersenyum sambil mengatakan bahwa buah hatinya itu juga cantik.

Cantik, mungkin secara naluriah sudah dimiliki seorang perempuan sedari kecil. Semua perempuan dengan adat dan lingkungan pun memiliki definisi berbeda dengan bentuk fisik yang disebut cantik. Bagi orang-orang Eropa dan Amerika, mungkin “cantik” adalah sematan kata untuk perempuan yang bertubuh ramping, berkulit putih, dan memiliki tinggi ideal. Sementara cantik, menurut suku asli di Papua adalah perempuan dengan perut yang buncit karena identik dengan kesuburan.

…Kecantikan jiwa atau kecantikan ruhiyah ini hanya akan kita dapatkan dari ketundukan kita pada tuntunan Allah Rabbul Izzati dan akhlak mulia…

Lain lagi dengan suku Dayak di Kalimantan, perempuan yang cantik bagi mereka adalah yang memiliki lubang telinga panjang karena diganduli oleh bergelang-gelang hiasan telinga. Entah bagaimana dengan definisi suku-suku lain di berbagai benua. Cantik versi kita pun berbeda-beda. Yang berkulit sawo matang terlihat lebih manis atau yang berhidung bangir lebih cantik terlihat daripada yang mancung dalam ukuran besar.

Allah SWT memang Mahaindah dan Mahaadil. Dia ciptakan kita dengan berbagai jenis dan suku bangsa lengkap dengan kondisi alamnya masing-masing sehingga terciptalah keunikan-keunikan tersendiri. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Ar-Rum ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”
Sehingga, manusia dari bangsa apapun yang diciptakan Allah SWT tetaplah penciptaan yang sempurna. Bila pun kemudian ada manusia yang lahir dengan keadaan cacat sekalipun, Allah SWT tetap menyempurnakan penciptaannya tersebut dengan kelebihan yang tak dimiliki oleh orang normal.

Kecantikan yang terpancar dari Hati
Kembali ke masalah cantik, berangkat dari keunikan dan kesempurnaan penciptaan Allah SWT tersebut, tentu tak ada orang bahkan produsen kosmetik kelas dunia sekalipun yang berhak mengklaim definisi cantik. Bila selama ini yang dikatakan cantik oleh iklan-iklan kosmetik, makanan diet, atau minuman kebugaran adalah mereka yang bertubuh langsing, berkulit putih, dan rambut terurai; maka dapat dipastikan itu adalah penyesatan opini. Karena, tiap daerah, dengan keunikannya dan lingkungannya pasti memiliki definisi tersendiri tentang cantik. Bahkan, kita sebagai seorang Muslimah pun memiliki definisi hakiki tentang kata cantik.

…Cantik itu tak sekedar tampilan luar tetapi bagaimana seorang perempuan memiliki kecantikan di dalam hatinya alias inner beauty…

Yang lebih penting lagi, cantik tentu tak sekedar tampilan luar tetapi bagaimana seorang perempuan memiliki kecantikan di dalam hatinya. Di dalam jiwanya. Innerbeauty, begitulah bahasa kerennya. Kecantikan yang berasal dari hati. Kecantikan yang akan terus merekah meski jasad kita telah menua bahkan mati. Alangkah ruginya, bila kita memperjuangkan kata cantik versi banyak orang. Karena, selain cantik memiliki pengertian yang berbeda di setiap daerah, cantik sebatas tampilan jasmaniah hanya akan membuat kita terperosok pada keinginan untuk selalu mempercantik diri hingga membuat  kita  menjadi “langganan” pabrik kosmetik. Kecantikan jasmani tentu akan terus berkurang seiring dengan perjalanan waktu.

Sekarang yang menjadi soal adalah bagaimana kita dapat mempercantik jiwa kita. Kecantikan jiwa atau kecantikan ruhiyah ini hanya akan kita dapatkan dari ketundukan kita pada tuntunan Allah Rabbul Izzati dan akhlak mulia yang kita lakukan. Menjaga diri dengan menutup aurat sesuai sabda Rasulullah SAW (kecuali muka dan telapak tangan yang boleh terlihat, tidak tembus pandang, dan tidak ketat), taat beribadah, menjaga lisan, berbaik-sangka dan cerdas memilih tindakan, lemah-lembut, sopan, peka terhadap penderitaan orang lain, serta berbagai sikap yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw beserta para perempuan Mu’min di jaman Rasul. Itulah, definisi hakiki kecantikan sejati seorang Muslimah. Sehingga, kecantikan tak hanya akan menjadi penghias wajah belaka tetapi juga pancaran dari hati yang tunduk pada titah Ilahi dan membawa kebaikan bagi kehidupan sesama manusia.


no image
Khoirony / Warung Ilmu
Pernah nggak mendengar, seorang remaja yang bandel abies disegala bidang, tapi anehnya disisi lain dia juga kelihatan sholeh? Yups, emang dua sisi yang berlainan banget, dan kelihatannya nggak mungkin kalau kejadian bareng di orang yang sama. Tapi jangan salah friend, virus kaya' gini ternyata udah banyak menjangkiti dikalangan kita, loh. Istilah kerennya disebut STMJ alias sholat terus, maksiat jalan.

As we know, sholat itu adalah akses buat kita biar selalu ingat sama Allah. Selain itu, sholat juga diperintahkan kepada kita biar kita selalu jauh- jauh dari melakukan hal- hal yang keji dan durhaka kepada Allah, seperti disebutkan dalam surat Al ‘Ankabuut ayat 45:

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Nah, Motif STMJ ini biasanya dilakuin sama mereka yang mereka yang baru mengerjakan sholat sebatas menggugurkan kewajiban aja, atau karena mereka menganggap ibadah sholat adalah cuma sekedar ritual harian standart. Dan malah nggak jarang juga loh, ada beberapa yang mengerjakan sholat dalam rangka menarik simpati orang alias riya'.


Berdasarkan fakta dilapangan, semua motif itu terlah terbukti sukses banget menjauhkan kita dari yang namanya khusuk. Alhasil, saat gangguan setan udah di depan mata, rasa takut kepada Allah justru terbang entah kemana. Akhirnya, dengan gampang kita terjerumus ke hal- hal maksiat itu. Maka jadilah, habis sholat eh... maksiat lagi dan lagi. Kalau sudah begini, nggak ada yang rugi kecuali diri kita sendiri lah. Soalnya, pahala udah pasti nggak ada, hatipun juga nggak akan tenang, dan hubungan kita dengan Allah juga nggak akan mulus, friend. Bahaya banget kan?

Selain itu,perilaku STMJ juga bisa dengan mudah ngebentuk kita menjadi pribadi yang gampang menyepelekan sesuatu. Gimana nggak, dengan STMJ, berarti kita mencampurkan yang haq dan yang batil, tanpa ada perasaan bersalah sama sekali kepada Allah. Ini berarti keimanan kita kepada Allah, juga nggak valid. Nah kalo soal iman aja udah nggak jelas, pastilah urusan lain- lainpun juga makin nggak jelas.   

So, kalau kita benar- benar mau serius mengabdi dan mengaku hamba Allah yang takut kepadanya, buruan deh kita buat sholat kita jadi kontrol diri dan alarm yang pakem banget buat kita jauhin yang namanya maksiat. Ingat kawan, semua yang kita lakukan di dunia ini nggak ada yang gratis, pastinya akan ada pertanggung jawaban kita atas semua detail perbuatan kita di hadapan Allah nanti. Di dunia ini hanya ada 2 friend, bersama Allah, atau bersama setan, dan nggak akan mungkin keduanya bisa jalan bareng. Jadi, tentukan pilihanmu sekarang!