2014
Khoirony / Warung Ilmu
Kita pernah “menawarkan” perasaan cinta pada seseorang
Hingga kita rela melepaskannya …
jika memang ia akan bahagia dengan yang lain.
Seperti halnya…
Lebih baik melihat orang yang kita cintai tak lagi bersama kita,
Jika itu membuatnya lebih bahagia..
Daripada harus bersama kita…, 

Tapi batinnya tersiksa dan tak bahagia,,

Diam dalam keterpaksaan
Senyum dalam kedukaan
Merana di istana kebisuan
Saat kau menyadari semua ini…
Itu tidaklah kejam, meski kita merasa sedikit kecewa…
Karena kecewa adalah resiko mencintai
Namun kita tetap beruntung ….
Karena kita dapat menyadari bahwa perasaan cinta itu masih ada,


Menyedihkan….
Ya.. menyedihkan, itulah tepat untuk kita yang pernah menderita dalam cinta..
Saat cinta tak terbalas …
Atau bahkan orang yang kita cintai telah berkhianat….


Sedih memang….
Tapi ketahuilah…

Kita bukan orang yang paling menyedihkan…
Sadarilah dia yang melukai kita lebih menyedihkan lagi…
Karena tanpa ia sadari…
Ia telah menyia-nyiakan orang yang sangat mencintai dan menyayanginya..

Salah Mencintai….
Hanya dengan mencintai kita melihat dirinya sangat sempurna
Namun mencintai bukan suatu kebutuhan tapi suatu pilihan…
Saat kita menganggap cinta itu bagai kebutuhan!!!!!
Kita takkan rela melepaskannya…
Kita hanya bisa menyadari….
Dia adalah pilihan kita…
Tapi bukan suatu kebutuhan yang mutlak harus mengikuti jalan hidup kita..


Sakit dan tak rela kehilangan…
Cinta, Tidak selalu indah
Seindah dongeng Cinderella yang berakhir bahagia….
Atau Romeo en Juliet dengan kisah cintanya yang abadi….


Kita harus realistis…

Bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng
Tapi di negeri sahdewa yang banyak ujian, tantangan, juga godaan….
Disinilah cinta kan diuji….
Dan kesetiaan harus dibuktikan..


Tak usah berkecil hati
Kita masih bisa mencobanya.
Namun saat kau tak berhasil menciptakan cerita-cerita indah…

Kau hanya bisa memperjuangkannya….
Kau harus bisa merelakannya…
Hormati, hargailah apapun ia
Dan yakinkanlah….
bahwa di saat yang tepat …
Kita kan temukan sesorang yang lebih baik

Karena dibalik semua cerita cinta …
Akan berakhir dalam episode bahwa “Cinta tak harus memiliki…”


Mungkin kedengarannya klise….
Tapi itulah faktanya….
Maka dengan mengaguminya…
Kita sudah cukup membuktikan kerelaan dan kesungguhan


Ya..kita masih bisa tetap bertahan
Walau dia tidak berada di samping kita,
Jangan mengutuk…menyumpahi atau mendoakan supaya dia menderita..
Ketika ia menentukan pilihan tuk meninggalkan kita
Menjatuhkan pilihannya pada yang lain
Tapi tetap do’akanlah agar dirinya bahagia….


Karena disanalah sesungguhnya “Kesetiaan Cinta itu Diuji


 
i'm sorry .... 

Khoirony / Warung Ilmu
Kita pernah “menawarkan” perasaan cinta pada seseorang
Hingga kita rela melepaskannya …
jika memang ia akan bahagia dengan yang lain.
Seperti halnya…
Lebih baik melihat orang yang kita cintai tak lagi bersama kita,
Jika itu membuatnya lebih bahagia..
Daripada harus bersama kita…, 

Tapi batinnya tersiksa dan tak bahagia,,

Diam dalam keterpaksaan
Senyum dalam kedukaan
Merana di istana kebisuan
Saat kau menyadari semua ini…
Itu tidaklah kejam, meski kita merasa sedikit kecewa…
Karena kecewa adalah resiko mencintai
Namun kita tetap beruntung ….
Karena kita dapat menyadari bahwa perasaan cinta itu masih ada,


Menyedihkan….
Ya.. menyedihkan, itulah tepat untuk kita yang pernah menderita dalam cinta..
Saat cinta tak terbalas …
Atau bahkan orang yang kita cintai telah berkhianat….


Sedih memang….
Tapi ketahuilah…

Kita bukan orang yang paling menyedihkan…
Sadarilah dia yang melukai kita lebih menyedihkan lagi…
Karena tanpa ia sadari…
Ia telah menyia-nyiakan orang yang sangat mencintai dan menyayanginya..

Salah Mencintai….
Hanya dengan mencintai kita melihat dirinya sangat sempurna
Namun mencintai bukan suatu kebutuhan tapi suatu pilihan…
Saat kita menganggap cinta itu bagai kebutuhan!!!!!
Kita takkan rela melepaskannya…
Kita hanya bisa menyadari….
Dia adalah pilihan kita…
Tapi bukan suatu kebutuhan yang mutlak harus mengikuti jalan hidup kita..


Sakit dan tak rela kehilangan…
Cinta, Tidak selalu indah
Seindah dongeng Cinderella yang berakhir bahagia….
Atau Romeo en Juliet dengan kisah cintanya yang abadi….


Kita harus realistis…

Bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng
Tapi di negeri sahdewa yang banyak ujian, tantangan, juga godaan….
Disinilah cinta kan diuji….
Dan kesetiaan harus dibuktikan..


Tak usah berkecil hati
Kita masih bisa mencobanya.
Namun saat kau tak berhasil menciptakan cerita-cerita indah…

Kau hanya bisa memperjuangkannya….
Kau harus bisa merelakannya…
Hormati, hargailah apapun ia
Dan yakinkanlah….
bahwa di saat yang tepat …
Kita kan temukan sesorang yang lebih baik

Karena dibalik semua cerita cinta …
Akan berakhir dalam episode bahwa “Cinta tak harus memiliki…”


Mungkin kedengarannya klise….
Tapi itulah faktanya….
Maka dengan mengaguminya…
Kita sudah cukup membuktikan kerelaan dan kesungguhan


Ya..kita masih bisa tetap bertahan
Walau dia tidak berada di samping kita,
Jangan mengutuk…menyumpahi atau mendoakan supaya dia menderita..
Ketika ia menentukan pilihan tuk meninggalkan kita
Menjatuhkan pilihannya pada yang lain
Tapi tetap do’akanlah agar dirinya bahagia….


Karena disanalah sesungguhnya “Kesetiaan Cinta itu Diuji


 
i'm sorry .... 

Khoirony / Warung Ilmu


Tahukah Kau, Aku Mencintaimu?


Teruntuk Kekasih yang Bukan Kekasihku,Bagaimana kabar ibukota? Bagaimana kabar Ayah dan Ibu? Bagaimana kabarmu, wahai belahan jiwaku? Katakanlah, baik-baik saja. Agar aku di sini merasa tenang meninggalkan keluarga untuk sementara waktu dan mengejar mimpi-mimpi di desa kecil ini.
Ara El Khadija, seorang dokter muda yang cantik. Begitulah aku biasa menyebut namamu; dengan bangga, ketika orang-orang bertanya siapa kakakku. Wanita muda yang pintar, cantik, dan memiliki hati luar biasa. Seorang kakak yang sangat menyayangi dengan kesabaran dan perhatian yang istimewa untuk seorang adik yang bandel dan susah diatur, sepertiku. Seorang kakak yang menjadi panutan dengan pembuktian tanpa paksaan. Kau membuktikan, bahwa kesabaran yang melulu meluluhkan egoku.
Mereka bilang kita anak kembar, ingatkah kau? Aku rasa mereka salah. Aku hitam, kau putih. Seperti itu pula kulit kita, kepribadian dan kehidupan kita yang sebenarnya. Kau adalah malaikat tanpa cacat yang menjelma menjadi kakakku di dunia, dengan sayap-sayap putih melebihi entitas cahaya itu sendiri. Sedang aku? Ah, kau tahulah seberapa suram hidupku. Beruntungku adalah memilikimu. Kau adalah sang pagi yang cerah dan menghangatkan, sedang aku adalah sang malam yang temaram dan dingin.
Pernahkah kukatakan aku mencintaimu melebihi diriku sendiri, wahai kekasih yang bukan kekasihku?
Ingatkah kau saat kita kecil, ketika orang-orang mengatakan bahwa akulah kakakmu yang terlahir terlambat? Saat kau diledek, aku yang membelamu. Saat kau takut bertemu wali kelasmu, aku yang menghadapinya. Bahkan saat menyebrang pun, akulah yang menggenggam erat tangan dan membelah jalan untuk mempersilahkanmu lewat. Aku menyayangimu, berlebih. Kaulah yang utama, bagiku.
Seperti itu dari dulu, hingga detik ini.
Kau tahu aku sangat mencintaimu, bukan? Melihatmu tersenyum dan bahagia adalah inginku. Ingat kah kau, bagaimana geramnya aku saat mendengarmu menangis melalui telepon bahwa beberapa orang di kantor baru, mencibir dan mencercamu? Aku geram kepada mereka! Aku geram mendengarmu menangis! Aku geram kepada diriku sendiri! Aku merasa gagal melindungimu. Lumpuh langkah. Menyalahkan keadaan, menyerah pada ketiadaan. Aku geram! Hati berserakan di antara puing-puing kekecewaanku sendiri.
Maafkanku, jika terselip rona-rona sendu di hidupmu. Tahukah kau, akulah yang paling tersakiti saat air mata pecah dari mata sang induk bahagiaku; kau.
Aku mencintaimu, kau tahu bukan? Iya, aku tak akan lelah mengucapkannya. Melalui tulisan ini, aku ingin kau berbahagia dengan pilihanmu sendiri di luar sana. Korbankan bahagiaku, takkan mengapa jika itu mampu mengapus sendu tuk menjadi tawa bahagiamu. Mengetahui kau menyayangi orang yang pernah kusayangi, adalah berat yang teramat menyelimuti. Tanya kian hebat menyayat tiap ingatan di antara labirin-labirin kenangan. Kenapa harus kau? Kenapa harus dia? Aku lelah bertanya dan memilih diam. Ah sudahlah, jika itu yang bisa membuatmu tersenyum, tertawa dan bahagia lagi, kenapa  tidak? Kau tahu aku mencintaimu melebihi diriku sendiri, bukan? Ya, aku sangat mencintaimu.
Berbahagialah kau disana, wahai belahan jiwaku.
Tetaplah menjadi seorang kakak yang menjadi panutan, seorang kakak yang selalu mengajarkanku arti kesabaran dan kasih sayang. Tetaplah menjadi pagi untuk malamku. Tetaplah menjadi cahaya untuk gelapku. Tetaplah menjadi kehangatan untuk dinginnya duniaku. Jangan pernah bersedih lagi yah? Air matamu adalah air terjun yang mematikan untukku. Tawa dan senyummu adalah angin penyejuk  surgawi. Tetaplah menjadi yang terhebat, untukku.
Kau tahu aku mencintaimu, bukan?
Tertanda,
Belahan Jiwa yang Mencintaimu.


Khoirony / Warung Ilmu
Diamku adalah sampul ketenangan,kemandirian dan sebuah “keacuhan”
keacuhan oleh suara-suara bising yang terdengar atau yang tak terdengar,
pandangan dan penilaian yang menyiratkan pujian atau hinaan
Ya… semua seolah sempurna dan berjalan mengikuti waktu yang berputar,
tanpa pertentangan ataupun beban
Tapi… sesekali sebuah “resah” menyelinap di sela-sela waktu tenangku
Ku berfikir sejenak,mencoba menterjemahkan “resah” itu
Tak juga kutemukan jawaban yang pasti
Acuhkan saja,mungkin itu hanya rasa tanpa makna
Semua itu bohong! semakin ku mengingkari
semakin jelas makna kata itu
Dalam isi lembaran-lemabaran hati terurai dengan jelas
ada sebuah lorong panjang kesunyian
dan semua itu harus dilewati sampai ke ujung
tuk puaskan sebuah “kerinduan” akan
“kepastian yang telah ditetapkan” sebelum kita menyapa dunia
Walau keyakinan itu ada,
penantian dan perjalanan ini tetap terasa berat
Tapi semua terlihat sempurna,
tersembunyi di balik sampul “diamku”

Pantai Utara Lamongan.

Khoirony / Warung Ilmu
Diamku adalah sampul ketenangan,kemandirian dan sebuah “keacuhan”
keacuhan oleh suara-suara bising yang terdengar atau yang tak terdengar,
pandangan dan penilaian yang menyiratkan pujian atau hinaan
Ya… semua seolah sempurna dan berjalan mengikuti waktu yang berputar,
tanpa pertentangan ataupun beban
Tapi… sesekali sebuah “resah” menyelinap di sela-sela waktu tenangku
Ku berfikir sejenak,mencoba menterjemahkan “resah” itu
Tak juga kutemukan jawaban yang pasti
Acuhkan saja,mungkin itu hanya rasa tanpa makna
Semua itu bohong! semakin ku mengingkari
semakin jelas makna kata itu
Dalam isi lembaran-lemabaran hati terurai dengan jelas
ada sebuah lorong panjang kesunyian
dan semua itu harus dilewati sampai ke ujung
tuk puaskan sebuah “kerinduan” akan
“kepastian yang telah ditetapkan” sebelum kita menyapa dunia
Walau keyakinan itu ada,
penantian dan perjalanan ini tetap terasa berat
Tapi semua terlihat sempurna,
tersembunyi di balik sampul “diamku”

Pantai Utara Lamongan.

Khoirony / Warung Ilmu
Saudariku,
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli!
Toh  kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku
Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun
Bagiku manusia adalah mahluk terindah, tersempurna dan tertinggi
Bagiku dirimu salah satu manusia terindah, tersempurna, tertinggi … karena kau tak membutuhkan persamaan

Saudariku,
Jangan biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti … memenuhi kepalaku dengan inginkanmu
Berimbasnya dengan tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur … karena dirimu terlalu suci untuk itu

Saudariku,
Berdua habiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung
Ada ingin tapi tak ada henti
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah oleh mimpi dan inginku karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa dihadapanku bila kau kalah …
Ya … tak lebih dari wanita biasa

Saudariku,
Jangan pernah kau tatap diriku penuh, bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku
Bukan karena aku terlalu indah … tapi lebih karena aku adalah seorang manipulator
Aku bisa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari kubangan Lumpur
Kau memang suci, tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi,
Karena kau toh hanya manusia biasa-hanya wanita, meskipun kau adalah wanita suci

Saudariku,
Beri dia sepenuh diri sang lelaki suci yang dengan sepenuh diri bawamu pada Tuhan
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, dan tak perlu kau pikirkan lagi
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau kejar sang lelaki suci itu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci

Saudariku,
Bariskan harapmu pada barisan istikharah sepenuh arti ikhlas
Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang … atau nanti … bahkan tak kan ada sampai kau mati
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu yang kau bangun dengan kekhusyu’an ibadah

Saudariku,
Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Tuhan
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu, melainkan ada pada jalan yang kau pilih,
Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu
Yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan
Atau kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi
Kekasih tempat kita (seharusnya) memberikan semua cinta dan menerima cinta tak terhingga dalam tiap detik kehidupan kita...





Khoirony / Warung Ilmu

Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."
Penghapus : "Maafkan aku?, untuk apa Pensil? . Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."


Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin, iya.  bulan kemarin ..

Tiba-tiba saja kau ingin pergi dari sisi cerah ku
Memilih melewati malam-malam minggu tanpa hadirku
Memilih untuk fokus pada tujuan dan caramu bertahan..
Meninggalkanku,
Menyisakan sisi gelap dari diriku..
Karena Sisi cerahku terbawa seiring berlalunya dirimu..

Kau tahu, saat itu aku sendiri?
Sendiri, melewati tiap oksigen yang menghampiriku..
Sendiri, melewati begitu saja setiap masalah yg menuntutku..
Sendiri, membiarkan waktu berlalu..
Kesendirianku terus mengejarku
Meracuni pikiranku dengan penuh semangat menggebu
Menjauhkan diriku dari seseorang yang ku kira ingin mendekatiku
Membuatnya menjadi tak ingin mendekatiku lagi

Sendiri, Melewati seribu malam minggu
Tanpa ada yang duduk disampingku
Bercerita tentang apa saja yang ada di dunia

Harapan semakin menggerogoti hati,
Ingin sekali hati ini tuk mencuri bintang,
Sebagai teman hidup
Selalu ada ketika sedih maupun bahagia..

Namun tiba-tiba saja dia hadir kembali
memberikan tetesan hujan disaat hatiku benar benar kemarau..
Andai dia benar adanya..
Dan bisa mengusir malam sendiriku.
Aku kan berikan dirinya..
Sejuta tulus dan putihnya cintaku, selama-lamanya..



Khoirony / Warung Ilmu
Sabtu, 28 Juni 2014
Sudah satu bulan teman teman gue ngerjakan skripsi, selama satu bulan itu juga gue belum  mengerjakan apa apa. Mungkin gue adalah mahasiswa terakhir yang mungcul di dunia setiap 1000 tahun sekali, bahkan bisa di bilang, gue adaalah reinkarnasi aang, Afatar-nya para mahasiswa fakir dana yang menguasai 4 elemen. Malas ngejakan skripsi, kerjaan nggak pasti, dating ke kampus nggak jelas ngapain, dan gue suka fotografi. Nggak nyambung ya? Ya, memang.

Masuk ke kampus melihat teman teman lain bawa diktat tebel sedangkan gue enggak, rasanya kaya melihat pemandangan indah di tambah pencahayaan yang pas, pengen ngambil gambar, tapi nggak punya kamera juga mungkin kebelet pipis. Analogi gue sedikit agak kacau ya. Salahkan teman-teman gue karena sudah mulai membawa bahan skripsi  yang mereka bawa untuk bimbingan sama Dosen.

Rata-rata mereka membawa bahan dengan judul yang hamper sama dengan kasus media pembelajaran tikus membaca pikiran berbasis android, siput berlari cepat dengan basis android dan sejenisnya, kasus yang paling keren yang saya lihat adalah punya teman saya embah udin, dia bikin judul dengan kasus Sistem Informasi Nilai Madrasah Aliyah. Sumpah keren, udah seperti sisfo miliknya kampus besar. Dan kemarin dia udah lulus Sidang Skripsi. Seorang mahasiswa kalau udah berhasil masuk didang dan dinyatakan lulus tampangnya akan terlihat berlipat-lipat lebih keren, seolah-olah itu adalah patokan keberhasilan untuk menjadi seorang sarjana. Emang iya sih, menurut gue juga begitu. Berlipat-lipat lebih keren sekaligus berlipat lipat lebih alay.

Teman gue yang berhasil melewati sidang skripsi biasanya mereka akan membuat status di facebook dan BBM-nya.

“fyuuuuuhhh… sukses melewati sidang skripsi. Nggak susah-susah amat,” kemudian mengganti profil picture-nya dengan memakai kemeja putih, dan celana hitam pakai jas + dasi, dan sepatu boot. Ya. Alay tapi nyata. 

Gue juga pengin kaya mereka. Dari sisi kealayan gue paling dalam, gue nggak memungkiri. Iya. Pengen. Gue pengen pamer dengan sms ke teman gue waktu SD.

“Bro, gue sudah pernah lho masuk keruang sidang, presentasi dan membahas mengenai script dan coding, lo pasti belum pernah ya? Kasihan. Hahahahaha….” Sebelum akhirnya gue tersadar, teman SD gue kuliah di jurusan kedokteran dan sekarang udah sukses menjadi dokter di salah satu rumah sakit ternama. Kealayan memang sering membuat orang lupa kalau kita (seharusnya) masih punya akal sehat. -___-

Bersambung....
Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin saya jalan jalan bareng temen temen ke tempat wisata Selecta. Tau nggak kalian kalau Selecta adalah tempat peristirahatan yang di bangun sejak jaman Belanda, dan terkenal dengan Selecti. Selecta terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, 13 Km dari kota Batu, malang.
 Dengan luas 20 hektar dan terletak 1100 M dari permukaan laut, Selecta telah ada sejak tahun 1928 dan dibangun oleh seorang Belanda bernama Reyter Dewild. Obyek wisata ini sangat sejuk dan nyaman di kunjungi, dengan kisaran suhu minim 17 derajat celcius setiap harinya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang, taman bunga, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat.
ini foto-fotonya frens.. :D 
Eh, kalau ntar kalian kesana ajakin gue ya, gue betah banget disana.. hehehehee.. 
















Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin saya jalan jalan bareng temen temen ke tempat wisata Selecta. Tau nggak kalian kalau Selecta adalah tempat peristirahatan yang di bangun sejak jaman Belanda, dan terkenal dengan Selecti. Selecta terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, 13 Km dari kota Batu, malang.
 Dengan luas 20 hektar dan terletak 1100 M dari permukaan laut, Selecta telah ada sejak tahun 1928 dan dibangun oleh seorang Belanda bernama Reyter Dewild. Obyek wisata ini sangat sejuk dan nyaman di kunjungi, dengan kisaran suhu minim 17 derajat celcius setiap harinya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang, taman bunga, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat.
ini foto-fotonya frens.. :D 
Eh, kalau ntar kalian kesana ajakin gue ya, gue betah banget disana.. hehehehee.. 
















Khoirony / Warung Ilmu
Sebetulnya saya sudah lupa, apakah ini perjalanan pertama saya, ataukah bukan. Tapi sepertinya sih, iya. 
*halah labil* :D
Ust. Hadi Sholihin


Ust. Amin Budiono
Saat itu saya baru berumur 11 tahun, duduk di kelas 5 SD. Di SD, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dan ketika ada kenaikan tingkat (saya lupa dari tingkat apa ke tingkat apa), kami harus kemping. Kempingnya sih gak jauh-jauh amat, masih di sekitar kampong kami yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tiap group/kelpmpok, kelompok kami bernama Cempaka. Dulu punya yel-yelnya, tapi saya udah lupa *pikun* :D, kami diharuskan membawa peralatan/perlengkapan selama kemping. Seperti lentera, kenceng, kompor, dll. Dan saya kebagian membawa kenceng :) 

Berangkat rombongan dari sekolah menuju lokasi kemping. Sampai lokasi, kami pun beres-beres dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat tenda. 

Ustd. Imam Sholihin
Malamnya, diadakan acara jurit malam (semoga nulisnya tidak salah :D ). Ini adalah malam yang menakutkan bagi kami, gimana gak takut, kami dibawa oleh kakak-kakak pembina dengan mata tertutup sambil berbaris berjalan menuju yang katanya kuburan. Saya gak tau apakah benar menuju kuburan atau bukan, karena anak usia segitu kan, percaya saja apa yang diomongin oleh kakak-kakak pembinanya. 

Nah... di kuburan itu kami berhenti, tapi mata tetap tertutup. Kami disuruh duduk, dan dimulailah acara renungan malam, dimana air mata disana tumpah semua. Pokoknya acara yang menyayat hati deh.... :)

Esoknya, satu persatu acara digelar. Ada lomba membuat tandu, lomba morse, lomba semaphore, menghapal Dasa Darma Pramuka dan Try Satya, dan masih banyak lagi, yang saya lupa, padahal sudah saya ingat-ingat hehehe...

Akhwat lagi shalat :D
Setelah keseruan dari acara yang telah digelar, maka waktunya persiapan untuk pulang pada sore harinya. Setelah saya beres-beres, ternyata saya kurang membawa baju ganti. Sebetulnya tidak kurang, hanya saja baju ganti saya basah, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Tapi untungnya ada sohib saya yang membawa baju lebih. Akhirnya saya pinjam deh baju sohib saya itu, tapi ternyata bajunya kebesaran. Daripada gak ada lagi baju, akhirnya dengan terpaksa baju kebesaran itu tetap saya pakai.

Sampai di rumah, saya masuk lewat pintu belakang rumah, tanpa sepengetahuan orang rumah, diam-diam. Begitu Mamah saya ke dapur, Mamah sempat kaget akan kehadiran saya, karena saya memakai baju sohib saya yang kebesaran. Mamah saya tidak mengenali saya, hehehe... Seru dan senang ikut kegiatan Pramuka sewaktu SD, apalagi kemping ini adalah pengalaman pertama saya berada di luar rumah dan menginap pula :)
  


   




sumber pengirim : Handi
Khoirony / Warung Ilmu
Sebetulnya saya sudah lupa, apakah ini perjalanan pertama saya, ataukah bukan. Tapi sepertinya sih, iya. 
*halah labil* :D
Ust. Hadi Sholihin


Ust. Amin Budiono
Saat itu saya baru berumur 11 tahun, duduk di kelas 5 SD. Di SD, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dan ketika ada kenaikan tingkat (saya lupa dari tingkat apa ke tingkat apa), kami harus kemping. Kempingnya sih gak jauh-jauh amat, masih di sekitar kampong kami yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tiap group/kelpmpok, kelompok kami bernama Cempaka. Dulu punya yel-yelnya, tapi saya udah lupa *pikun* :D, kami diharuskan membawa peralatan/perlengkapan selama kemping. Seperti lentera, kenceng, kompor, dll. Dan saya kebagian membawa kenceng :) 

Berangkat rombongan dari sekolah menuju lokasi kemping. Sampai lokasi, kami pun beres-beres dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat tenda. 

Ustd. Imam Sholihin
Malamnya, diadakan acara jurit malam (semoga nulisnya tidak salah :D ). Ini adalah malam yang menakutkan bagi kami, gimana gak takut, kami dibawa oleh kakak-kakak pembina dengan mata tertutup sambil berbaris berjalan menuju yang katanya kuburan. Saya gak tau apakah benar menuju kuburan atau bukan, karena anak usia segitu kan, percaya saja apa yang diomongin oleh kakak-kakak pembinanya. 

Nah... di kuburan itu kami berhenti, tapi mata tetap tertutup. Kami disuruh duduk, dan dimulailah acara renungan malam, dimana air mata disana tumpah semua. Pokoknya acara yang menyayat hati deh.... :)

Esoknya, satu persatu acara digelar. Ada lomba membuat tandu, lomba morse, lomba semaphore, menghapal Dasa Darma Pramuka dan Try Satya, dan masih banyak lagi, yang saya lupa, padahal sudah saya ingat-ingat hehehe...

Akhwat lagi shalat :D
Setelah keseruan dari acara yang telah digelar, maka waktunya persiapan untuk pulang pada sore harinya. Setelah saya beres-beres, ternyata saya kurang membawa baju ganti. Sebetulnya tidak kurang, hanya saja baju ganti saya basah, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Tapi untungnya ada sohib saya yang membawa baju lebih. Akhirnya saya pinjam deh baju sohib saya itu, tapi ternyata bajunya kebesaran. Daripada gak ada lagi baju, akhirnya dengan terpaksa baju kebesaran itu tetap saya pakai.

Sampai di rumah, saya masuk lewat pintu belakang rumah, tanpa sepengetahuan orang rumah, diam-diam. Begitu Mamah saya ke dapur, Mamah sempat kaget akan kehadiran saya, karena saya memakai baju sohib saya yang kebesaran. Mamah saya tidak mengenali saya, hehehe... Seru dan senang ikut kegiatan Pramuka sewaktu SD, apalagi kemping ini adalah pengalaman pertama saya berada di luar rumah dan menginap pula :)
  


   




sumber pengirim : Handi
Back To Top