Juni 2014
Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin, iya.  bulan kemarin ..

Tiba-tiba saja kau ingin pergi dari sisi cerah ku
Memilih melewati malam-malam minggu tanpa hadirku
Memilih untuk fokus pada tujuan dan caramu bertahan..
Meninggalkanku,
Menyisakan sisi gelap dari diriku..
Karena Sisi cerahku terbawa seiring berlalunya dirimu..

Kau tahu, saat itu aku sendiri?
Sendiri, melewati tiap oksigen yang menghampiriku..
Sendiri, melewati begitu saja setiap masalah yg menuntutku..
Sendiri, membiarkan waktu berlalu..
Kesendirianku terus mengejarku
Meracuni pikiranku dengan penuh semangat menggebu
Menjauhkan diriku dari seseorang yang ku kira ingin mendekatiku
Membuatnya menjadi tak ingin mendekatiku lagi

Sendiri, Melewati seribu malam minggu
Tanpa ada yang duduk disampingku
Bercerita tentang apa saja yang ada di dunia

Harapan semakin menggerogoti hati,
Ingin sekali hati ini tuk mencuri bintang,
Sebagai teman hidup
Selalu ada ketika sedih maupun bahagia..

Namun tiba-tiba saja dia hadir kembali
memberikan tetesan hujan disaat hatiku benar benar kemarau..
Andai dia benar adanya..
Dan bisa mengusir malam sendiriku.
Aku kan berikan dirinya..
Sejuta tulus dan putihnya cintaku, selama-lamanya..



Khoirony / Warung Ilmu
Sabtu, 28 Juni 2014
Sudah satu bulan teman teman gue ngerjakan skripsi, selama satu bulan itu juga gue belum  mengerjakan apa apa. Mungkin gue adalah mahasiswa terakhir yang mungcul di dunia setiap 1000 tahun sekali, bahkan bisa di bilang, gue adaalah reinkarnasi aang, Afatar-nya para mahasiswa fakir dana yang menguasai 4 elemen. Malas ngejakan skripsi, kerjaan nggak pasti, dating ke kampus nggak jelas ngapain, dan gue suka fotografi. Nggak nyambung ya? Ya, memang.

Masuk ke kampus melihat teman teman lain bawa diktat tebel sedangkan gue enggak, rasanya kaya melihat pemandangan indah di tambah pencahayaan yang pas, pengen ngambil gambar, tapi nggak punya kamera juga mungkin kebelet pipis. Analogi gue sedikit agak kacau ya. Salahkan teman-teman gue karena sudah mulai membawa bahan skripsi  yang mereka bawa untuk bimbingan sama Dosen.

Rata-rata mereka membawa bahan dengan judul yang hamper sama dengan kasus media pembelajaran tikus membaca pikiran berbasis android, siput berlari cepat dengan basis android dan sejenisnya, kasus yang paling keren yang saya lihat adalah punya teman saya embah udin, dia bikin judul dengan kasus Sistem Informasi Nilai Madrasah Aliyah. Sumpah keren, udah seperti sisfo miliknya kampus besar. Dan kemarin dia udah lulus Sidang Skripsi. Seorang mahasiswa kalau udah berhasil masuk didang dan dinyatakan lulus tampangnya akan terlihat berlipat-lipat lebih keren, seolah-olah itu adalah patokan keberhasilan untuk menjadi seorang sarjana. Emang iya sih, menurut gue juga begitu. Berlipat-lipat lebih keren sekaligus berlipat lipat lebih alay.

Teman gue yang berhasil melewati sidang skripsi biasanya mereka akan membuat status di facebook dan BBM-nya.

“fyuuuuuhhh… sukses melewati sidang skripsi. Nggak susah-susah amat,” kemudian mengganti profil picture-nya dengan memakai kemeja putih, dan celana hitam pakai jas + dasi, dan sepatu boot. Ya. Alay tapi nyata. 

Gue juga pengin kaya mereka. Dari sisi kealayan gue paling dalam, gue nggak memungkiri. Iya. Pengen. Gue pengen pamer dengan sms ke teman gue waktu SD.

“Bro, gue sudah pernah lho masuk keruang sidang, presentasi dan membahas mengenai script dan coding, lo pasti belum pernah ya? Kasihan. Hahahahaha….” Sebelum akhirnya gue tersadar, teman SD gue kuliah di jurusan kedokteran dan sekarang udah sukses menjadi dokter di salah satu rumah sakit ternama. Kealayan memang sering membuat orang lupa kalau kita (seharusnya) masih punya akal sehat. -___-

Bersambung....
Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin saya jalan jalan bareng temen temen ke tempat wisata Selecta. Tau nggak kalian kalau Selecta adalah tempat peristirahatan yang di bangun sejak jaman Belanda, dan terkenal dengan Selecti. Selecta terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, 13 Km dari kota Batu, malang.
 Dengan luas 20 hektar dan terletak 1100 M dari permukaan laut, Selecta telah ada sejak tahun 1928 dan dibangun oleh seorang Belanda bernama Reyter Dewild. Obyek wisata ini sangat sejuk dan nyaman di kunjungi, dengan kisaran suhu minim 17 derajat celcius setiap harinya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang, taman bunga, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat.
ini foto-fotonya frens.. :D 
Eh, kalau ntar kalian kesana ajakin gue ya, gue betah banget disana.. hehehehee.. 
















Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin saya jalan jalan bareng temen temen ke tempat wisata Selecta. Tau nggak kalian kalau Selecta adalah tempat peristirahatan yang di bangun sejak jaman Belanda, dan terkenal dengan Selecti. Selecta terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, 13 Km dari kota Batu, malang.
 Dengan luas 20 hektar dan terletak 1100 M dari permukaan laut, Selecta telah ada sejak tahun 1928 dan dibangun oleh seorang Belanda bernama Reyter Dewild. Obyek wisata ini sangat sejuk dan nyaman di kunjungi, dengan kisaran suhu minim 17 derajat celcius setiap harinya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang, taman bunga, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat.
ini foto-fotonya frens.. :D 
Eh, kalau ntar kalian kesana ajakin gue ya, gue betah banget disana.. hehehehee.. 
















Khoirony / Warung Ilmu
Sebetulnya saya sudah lupa, apakah ini perjalanan pertama saya, ataukah bukan. Tapi sepertinya sih, iya. 
*halah labil* :D
Ust. Hadi Sholihin


Ust. Amin Budiono
Saat itu saya baru berumur 11 tahun, duduk di kelas 5 SD. Di SD, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dan ketika ada kenaikan tingkat (saya lupa dari tingkat apa ke tingkat apa), kami harus kemping. Kempingnya sih gak jauh-jauh amat, masih di sekitar kampong kami yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tiap group/kelpmpok, kelompok kami bernama Cempaka. Dulu punya yel-yelnya, tapi saya udah lupa *pikun* :D, kami diharuskan membawa peralatan/perlengkapan selama kemping. Seperti lentera, kenceng, kompor, dll. Dan saya kebagian membawa kenceng :) 

Berangkat rombongan dari sekolah menuju lokasi kemping. Sampai lokasi, kami pun beres-beres dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat tenda. 

Ustd. Imam Sholihin
Malamnya, diadakan acara jurit malam (semoga nulisnya tidak salah :D ). Ini adalah malam yang menakutkan bagi kami, gimana gak takut, kami dibawa oleh kakak-kakak pembina dengan mata tertutup sambil berbaris berjalan menuju yang katanya kuburan. Saya gak tau apakah benar menuju kuburan atau bukan, karena anak usia segitu kan, percaya saja apa yang diomongin oleh kakak-kakak pembinanya. 

Nah... di kuburan itu kami berhenti, tapi mata tetap tertutup. Kami disuruh duduk, dan dimulailah acara renungan malam, dimana air mata disana tumpah semua. Pokoknya acara yang menyayat hati deh.... :)

Esoknya, satu persatu acara digelar. Ada lomba membuat tandu, lomba morse, lomba semaphore, menghapal Dasa Darma Pramuka dan Try Satya, dan masih banyak lagi, yang saya lupa, padahal sudah saya ingat-ingat hehehe...

Akhwat lagi shalat :D
Setelah keseruan dari acara yang telah digelar, maka waktunya persiapan untuk pulang pada sore harinya. Setelah saya beres-beres, ternyata saya kurang membawa baju ganti. Sebetulnya tidak kurang, hanya saja baju ganti saya basah, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Tapi untungnya ada sohib saya yang membawa baju lebih. Akhirnya saya pinjam deh baju sohib saya itu, tapi ternyata bajunya kebesaran. Daripada gak ada lagi baju, akhirnya dengan terpaksa baju kebesaran itu tetap saya pakai.

Sampai di rumah, saya masuk lewat pintu belakang rumah, tanpa sepengetahuan orang rumah, diam-diam. Begitu Mamah saya ke dapur, Mamah sempat kaget akan kehadiran saya, karena saya memakai baju sohib saya yang kebesaran. Mamah saya tidak mengenali saya, hehehe... Seru dan senang ikut kegiatan Pramuka sewaktu SD, apalagi kemping ini adalah pengalaman pertama saya berada di luar rumah dan menginap pula :)
  


   




sumber pengirim : Handi
Khoirony / Warung Ilmu
Sebetulnya saya sudah lupa, apakah ini perjalanan pertama saya, ataukah bukan. Tapi sepertinya sih, iya. 
*halah labil* :D
Ust. Hadi Sholihin


Ust. Amin Budiono
Saat itu saya baru berumur 11 tahun, duduk di kelas 5 SD. Di SD, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dan ketika ada kenaikan tingkat (saya lupa dari tingkat apa ke tingkat apa), kami harus kemping. Kempingnya sih gak jauh-jauh amat, masih di sekitar kampong kami yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tiap group/kelpmpok, kelompok kami bernama Cempaka. Dulu punya yel-yelnya, tapi saya udah lupa *pikun* :D, kami diharuskan membawa peralatan/perlengkapan selama kemping. Seperti lentera, kenceng, kompor, dll. Dan saya kebagian membawa kenceng :) 

Berangkat rombongan dari sekolah menuju lokasi kemping. Sampai lokasi, kami pun beres-beres dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat tenda. 

Ustd. Imam Sholihin
Malamnya, diadakan acara jurit malam (semoga nulisnya tidak salah :D ). Ini adalah malam yang menakutkan bagi kami, gimana gak takut, kami dibawa oleh kakak-kakak pembina dengan mata tertutup sambil berbaris berjalan menuju yang katanya kuburan. Saya gak tau apakah benar menuju kuburan atau bukan, karena anak usia segitu kan, percaya saja apa yang diomongin oleh kakak-kakak pembinanya. 

Nah... di kuburan itu kami berhenti, tapi mata tetap tertutup. Kami disuruh duduk, dan dimulailah acara renungan malam, dimana air mata disana tumpah semua. Pokoknya acara yang menyayat hati deh.... :)

Esoknya, satu persatu acara digelar. Ada lomba membuat tandu, lomba morse, lomba semaphore, menghapal Dasa Darma Pramuka dan Try Satya, dan masih banyak lagi, yang saya lupa, padahal sudah saya ingat-ingat hehehe...

Akhwat lagi shalat :D
Setelah keseruan dari acara yang telah digelar, maka waktunya persiapan untuk pulang pada sore harinya. Setelah saya beres-beres, ternyata saya kurang membawa baju ganti. Sebetulnya tidak kurang, hanya saja baju ganti saya basah, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Tapi untungnya ada sohib saya yang membawa baju lebih. Akhirnya saya pinjam deh baju sohib saya itu, tapi ternyata bajunya kebesaran. Daripada gak ada lagi baju, akhirnya dengan terpaksa baju kebesaran itu tetap saya pakai.

Sampai di rumah, saya masuk lewat pintu belakang rumah, tanpa sepengetahuan orang rumah, diam-diam. Begitu Mamah saya ke dapur, Mamah sempat kaget akan kehadiran saya, karena saya memakai baju sohib saya yang kebesaran. Mamah saya tidak mengenali saya, hehehe... Seru dan senang ikut kegiatan Pramuka sewaktu SD, apalagi kemping ini adalah pengalaman pertama saya berada di luar rumah dan menginap pula :)
  


   




sumber pengirim : Handi