02/10/14
Khoirony / Warung Ilmu
Aku melupakan hal yang lebih penting dari mentari„

sampai sampai aku lupa terbangun dari mimpi..

Aku lupa akan sesuatu yang lebih penting dari berlari„

aku berjalan, semakin lama semakin pelan dan terhenti..

Aku lupa sesuatu yang lebih dingin dari pagi„

dan ruas ruas jariku telah mati..

Aku lupa dengan hidup„

aku kesulitan bernafas..

Berlarut larut..

Larut dan hampir lenyap..

Terdengar sayup sayup gendhing nan merdu..

Menuju arah itu, dan aku bercerita denganmu..

Saat ini..

Aku harap, dengan ini kau jadi ingat…

-ingatanku-





Lagi di atas masjid bro...
dari subuh, nungguin sunrise..

Khoirony / Warung Ilmu
Agak aneh ya, ngepost sambil nuangin ide itu...

Biasanya selama ini saya cuma membahas hal dan berkutat sama pengalaman konyol ketimbang serius membagi apa yang slama ini kepikiran di pikiran.

Tapi ini sesuatu yang baru, bakal saya latih lagi.

Oh ya, saya sudah jarang tidur di rumah, sering tidur di kampus sekarang.

Eits, tapi bukan di meja hotspot centre, yang biasanya dihuni makhluk makhluk yang  superselo dan gak punya pacar itu.

Saya sering tidur di markas menwa.

Tempat yang nyaman untuk tinggal, banyak ilmu untuk digali, dan relasi untuk berbagi.

Maka buat yang mahasiswa/i terutama perantauan, daripada menggalau di kosan dan ngga jelas mau makan apa. Lebih baik ikut kegiatan yang sekrenya nyaman dan bisa ditinggali. Bukan apa apa, tapi untuk lebih aman aja.

Soalnya dosen saya cerita beberapa kasus yang dialami beberapa mahasiswa. Mereka sekarat sendirian di kamar kosan, ada yang udah 3 hari sakit tifus baru ketahuan setelah teman2nya khawatir dan nyariin di kost. Ada yang baru ketahuan 4 hari setelah meninggal, karena baunya.

Ngeri juga..


Makanya aktif aja di kampus, ga ada ruginya. :D

no dua dari kiri itu gue.. :)

Khoirony / Warung Ilmu
1. Kelahiran dan Empat Puluh Tahun Sebelum Kenabian

Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah (dinamakan tahun Gajah karena pada saat itu pasukan bergajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah . Kemudian pasukan itu binasa seperti daun yang dimakan ulat. Q.S Al-Fiil), bertepatan dengan 570 M. Sebagian besar penduduk Mekkah menyemba berhala). Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, dan ibu beliau bernama Aminah binti Wahab. Abdullah bin Abdul Muthalib wafat ketika Rasulullah masih berada dalam kandungan. (Sebelum kelahiran Nabi Muhammad, masyarakat hidup pada zaman Jahiliyah yaitu zaman kebodohan.  Sebagian besar penduduk Mekkah menyembah berhala)

Orang pertama yang menyusui beliau setelah ibunya adalah Tsuaibah .Kemudian beliau disusukan kepada Halimah binti Dzu’aib As-Sa’diyah hingga berumur 2 tahun, dan beliau diasuh Halimah selama 4 tahun.

Pada usia 6 tahun, nabi Muhammad SAW, dibawa oleh ibunya berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib. Namun ketika sampai di Abwa’, ibunya meninggal dan dimakamkan di Abwa’. Dalam perjalanan tersebut ikut juga pengasuh beliau yang bernama Ummu Aiman.  Kemudian Rasulullah diasuh kakeknya, selama dua tahun.

Add caption
Saat beliau berumur 8 tahun, kakeknya meninggal dunia dan beliau di asuh oleh pamannya Abu Thalib. Pada usia 12 tahun, Rasulullah di bawa berniaga oleh Abu Thalib bersama kafilah dagang ke negeri Syam. Ketika  tiba di Bashrah, beliau bertemu dengan pendeta Nasrani yang bernama Bahira (Bukhira) yang mengatakan kepada Abu Thalib bahwa kemanakannya memiliki tanda-tanda kenabian dan menyarankan agar Rasulullah dibawa kembali pulang agar tidak dicelakai orang Romawi dan Yahudi.

Pada tahun ke-14 dari kelahirannya, Rasulullah ikut dalam perang Fijar yang terjadi pada suatu tempat di antara Nakhlah dan Thaif, antara kabilah Quraisy dan sekutunya Bani Kinanah melawan Kabilah Qais ‘Ailan. Dalam hal ini Rasulullah ikut membantu paman-pamannya menyediakan anak panah.
Pada Usia 25 tahun Rasulullah dipercaya membawa barang perniagaan milik Khadijah binti Khuwailid untuk diperdagangkan ke negeri Syam.  Kemudian Rasulullah menikah dengan Khadijah.  Putra –putri beliau dari perkawinan dengan Khadijah adalah : Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Abdullah. Semua putra beliau meninggal ketika masih kanak-kanak, sedangkan putri beliau semua hidup pada masa Islam, namum meninggal semasa beliau masih hidup, kecuali Fathimah yang meninggal dunia enam bulan setelah beliau wafat.

Ketika Rasulullah berusia 35 tahun, kabilah Quraisy membangun kembali Ka’bah yang rusak akibat banjir. Tatkala pengerjaan sampai kepada peletakan Hajar Aswad, terjadi perselisihan tentang siapa yang paling berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempat semula.Untunglah ada seorang yang bijaksana yaitu Ummayah bin Mughirah dari bani Makzum. Atas usul Ummayah, mereka sepakat siapa yang paling pertama masuk melalui pintu Shafa, ialah yang menjadi pemutus perkara tersebut.  Atas Kehendak Allah SWT, Rasulullah yang pertama memasuki pintu tersebut, dengan gembira mereka menyeru Al Amin (orang yang dapat dipercaya). Rasulullah membentangkan sehelai kain dan meletakkan Hajar Aswad ditengahnya, lalu meminta agar semua kepala kabilah memegang ujung selendang t dan mengangkatnya sampai ke tempat.

2. Dibawah Naungan Kenabian

Ketika usia Rasulullah mendekati 40 tahun beliau sering beruzlah (mengasingkan diri untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT) di Gua Hira yang terletak di Jabal Nur. Tatkala usia beliau genap 40 tahun diangkat menjadi rasul dengan turunnya wahyu pertama surat Al-Alaq ayat 1-5 yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Rasulullah gemetar dan pulang menemui istrinya Khadijah dan berkata “Selimuti aku, selimuti aku”.  Kemudian Khadijah membawa Rasulullah kepada pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal dan Waraqah menyatakan yang datang kepada Rasulullah adalah malaikat Jibril.

a. Dakwah secara sembunyi-sembunyi (da’wah sirriyyah)
   
Dakwah secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama 3 tahun. Pada dakwah permulaan itu empat orang yang dekat dengan Rasulullah menyatakan keislamanya, mereka disebut sebagai as-saabiquun al- awwalluun (orang yang pertama masuk Islam). Mereka terdiri dari : Khadijah (istri beliau), Abu Bakar Shiddiq (sahabat beliau), Ali bin Abi Thalib (keponakan beliau), dan Zaid bin Haritsah ( mantan budak beliau).

b. Dakwah secara terang-terangan (da’wah jahriyyah)

Dakwah secara terbuka dilakukan Rasulullah setelah mendapat perintah Allah SWT (Q.S Al Hijr ayat 94). Dakwah pertama secara terang-terangan dilakukan di bukit Shafa dekat Ka’bah dan mendapat cemoohan dari sebagian besar kaum Quraisy terutama pamannya sendiri Abu Lahab (Q.S Al-Lahab).

c. Reaksi kaum Quraisy atas dakwah Rasulullah
Beragam penindasan dilakukan kepada kaum muslimin ,antara lain :
-       Ustman bin Affan digulung oleh pamannya dalam tikar kurma dan diasapi dari bawah.
-       Bilal, budak milik Umayyah bin Khalaf al-Jumahiy, lehernya dililit tali dan diseret, ditindih dengan batu besar dan diletakkan di terik matahari lalu dibebaskan oleh Abu Bakar.

v  Pada Tahun kelima kenabian, Rasulullah memerintahkan kaum muslimin hijrah ke Habasyah (Ethiopia) untuk menghindari penyiksaan kaum musyrikin. Raja Habasyah pada waktu itu adalah Ashhimah an-Najasyiy.

v  Kekejaman kafir Quraisy semakin menjadi-jadi. Pada tahun ke tujuh kenabian, kaum muslimin dan seluruh Bani Hasyim serta bani Muthalib di asingkan di lembah Syi’ib. Kaum kafir Quraisy memboikot segala hubungan antara umat Islam dengan pihak lain, sehingga kaum muslimin menderita kelaparan. Pada tahun itu juga Rasulullah memerintahkan untuk hijrah ke Habasyah yang kedua kalinya.

d. Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab
Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada prnghujung tahun keenam kenabian, pada bulan Zulhijjah. Sebab keislamannya, dikarenakan penyiksaan  Abu Jahal kepada Rasulullah di bukit Shafa dan disampaikan kepada Hamzah oleh budak perempuan Abdullah bin Jad’an. Keislaman Hamzah pada mulanya sebagai pelampiasan harga diri seseorang yang tidak sudi keluarganya di hina, namun Allah membuatnya cinta terhadap Islam dan menjadikan kebanggaan kaum muslimin.

Tiga hari setelah Hamzah masuk Islam, Umar bin Khatab pun menyatakan keislamannya.

Tahun kesepuluh kenabian istri Rasulullah Khadijah dan pamanya yang selalu melindungi Rasulullah dari kaum musyrikin yaitu Abu Thalib wafat. Tahun ini disebut tahun Amul Huzni (tahun kesedihan).

Dakwah di Luar Kota Mekkah
Pada tahun Ke-10 kenabian Rasulullah hijrah ke Thaif didampingi  anak angkat beliau Zaid bin Haritsah.namun dakwah beliau tidak mendapat sambutan yang baik, bahkan beliau di usir dan dilempari oleh penduduk Thaif.  Rasulullah tinggal 10 hari di Thaif dan kembali ke Mekkah.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj

Tahun ke-11 kenabian   terjadi peristiwa Isra’ Mikraj (Q.S Al-Israa ayat 1). Isra’ artinya perjalanan Rasulullah pada malam hari, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina. Mikraj artinya di naikkan ke langit tertinggi yaitu dari Baitul Maqdis sampai ke Sidratul Muntaha. Perjalanan beliau ditemani oleh malaikat Jibril dengan mengendarai Buraq. Pada peristiwa ini Rasulullah menerima perintah shalat yang pada  mulanya 50 rakaat sampai akhirnya 5 rakaat sehari semalam

Dari perjalanan Isra’ Mikraj ini Rasulullah mengalami kejadian yang bervariasi :
-       beliau ditawari susu dan arak, lalu beliau memilih susu.
-       Beliau melihat 4 buah sungai di surga, dua sungai nampak dan dua lagi tersembunyi. Yang tampak adalah sungai Nil dan sungai Eufrat.
-       Beliau melihat malaikat Malik penjaga neraka yang tidak pernah tertawa.
-       Beliau melihat para pemakan harta anak yatim secara zhalim yang bibir mereka seperti bibir             unta, mulut mereka dilempari sepotong api dari neraka
-       Beliau melihat pemakan riba yang perutnya buncit.
-       Beliau melihat penzina diantara mereka terlihat daging gemuk di tangannya dan disampingnya daging bernanah dan busuk dan mereka memilih mamakan daging busuk dan bernanah.
-       Beliau melihat rombongan niaga penduduk Mekkah sepulangnya dan ketika pergi. Beliau menunjukkan kepada mereka perihal unta mereka yang melarikan diri dan meminum air milik mereka. Air minum itu berada di bawah wadah yang tertutup saat mereka tertidur. Hal ini yang menjadi bukti kebenaran pengakuan beliau pada pagi hari dari malam Isra’.  Sahabat beliau Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra’ Mikraj manakala orang-orang mendustakannya. Pada moment ini Abu Bakar dijuluki  Ash-Shiddiq (orang yang selalu membenarkan nabi).

Bai’at Aqabah Pertama

Pada tahun 12 kenabian datang 12 orang dari Yastrib yaitu suku Khazraj dan suku Aus menemui Rasulullah di bukit Aqabah di Mina  dan berbai’at (berjanji) akan setia kepada Allah SWT. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bai’atul Aqabah Pertama. Kemudian mereka pulang ke Yastrib dan Rasulullah SAW mengutus Mush’ab bin Umair untuk mengajarkan dan memberikan pemahaman tentang agama Islam.

Bai’at Aqabah Kedua (Bai’at Kubro)

Pada musim haji tahun ke-13 kenabian datang lagi penduduk Yatsrib dengan jumlah yang lebih besar menemui Rasulullah di Aqabah, sehingga peristiwa ini dikenal dengan Bai’atul Aqabah Kedua. Dalam pertemuan dengan Rasulullah SAW mereka meminta dengan sungguh-sungguh agar Rasulullah dan kaum muslimin hijrah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan menolong dan melindungi seperti keluarga sendiri.

Hijrah ke Yatsrib

Rasulullah menyambut baik permintaan kaum Yatsrib untuk hijrah. Beliau memerintahkan agar semua kaum muslimin hijrah ke Yatsrib. Mereka hijrah secara sembunyi-sembunyi. Setelah hampir seluruh kaum muslimin berangkat maka Rasulullah pun Hijrah ditemani Abu Bakar Shiddiq.

Blokade terhadap Kediaman Rasulullah SAW.
Para kafir Quraisy yang telah ditunjuk berdasarkan kesepakatan parlemen Mekkah “Daarun Nadwah”, berencana ingin membunuh Rasulullah SAW. Mereka menunggu Rasulullah keluar tengah malam untuk melakukan shalat di Masjidil Haram. Namun blokade ini gagal. Pada malam itu Rasulullah memerintahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidurnya dan berselimut dengan burdah hijau milik Rasulullah Sementara itu Rasulullah berhasil keluar dan menembus blokade Kafir Quraisy. Beliau memungut segenggam tanah lalu menaburkannya di atas kepala mereka. Ketika itu Allah telah mencabut pandangan mereka sehingga tidak melihat Rasulullah SAW lewat. Sedangkan beliu menbaca firman Allah (Surat Yaasiin.9).

Dalam perjalanan Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selam tiga malam.   
Dalam perjalanan Rasulullah sempat mendirikan sebuah masjid di Quba yang dinamakan masjid Quba. Inilah masjid yang pertama didirikan sejak kenabian.      
Saat memasuki Yatsrib beliau dan rombongan muhajirin disambut gembira oleh penduduk Yatsrib.  Sejak saat itu kota Yatsrib diubah nama menjadi Al-Madinatul Munawarah yang dikenal sampai sekarang dengan sebutan Madinah.

Tahapan Pertama di Madinah (Tahun 1 Hijriyah)

Mengawali langkah pertama pada tahun itu Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Anshar dan kaum Muhajirin di rumah Anas bin Malik. Kemudian secara bergotong royong membangun Masjid Nabawi.  Tahun itu juga turun wahyu yang mengizinkan kaum muslimin berperang mempertahankan akidah dan memberla agama Allah SWT.


Tahun Ke-2 Hijriyah

Peristiwa bersejarah pada tahun ini antara lain :
-       perubahan kiblat dari arah Baitul Maqdis Palestina ke Ka’bah Mekkah.
-       pertama kalinya diwajibkan puasa Ramadhan.
-       disyariatkan agar umat Islam menyelenggarakan shalat Idul Fitri setelah puasa Ramadhan.
-       ditetapka mengeluarkan zakat bagi yang mampu.
-       terjadinya perang Badar Kubra.
Pada perang Badar  pasukan kaum muslimin berjumlah 313 orang. Rasulullah mengangkat Ibnu Ummi Maktum sebagai penguasa sementara di Madinah.  Pasukan perang Badar di bagi 2 yaitu ;
Al-Muhajirin dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib
Anshar dipimpin oleh Sa’d bin Mu’adz.
      
Tahun Ke-3 Hijriyah
 Peristiwa penting pada tahun ini adalah :
-       Diharamkannya minuman khamar bagi kaum muslimin.
-       Peristiwa perang Uhud
 yaitu perang antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy yang dendam atas kekalahan pada perang Badar.
Pada perang ini terbunuhnya “Singa Allah”, Hamzah bin Abdul Muthalib. Ketika pasukan Islam mencapai kemenangan, terjadi kesalahan fatal dari pasukan pemanah (yang diperintahkan Rasulullah tetap berada di bukit dalam situasi apapaun), mereka melihat pasukan Islam sedang mengumpulkan ghanimah (harta rampasan perang) dan turun ikut mengumpulkan ghanimah.  Khalid bin al-Walid, pasukan musuh memanfaatkan kesempatan untuk menyerbu pasukan kaum muslimin.

Tahun ke-4 Hijriyah
-       disyariatkannya shalat khauf (shalat karena takut)
-       diturunkannya wahyu tentang tayamum bila tidak ada air.

Tahun ke-5 Hijriyah
-       diwajibkan haji bagi kaum muslimin yang mampu.
-       terjadi perang Khandaq (perang Ahzab), yaitu perang dengan taktik menggali parit sebagai benteng muslim di Madinah.

Tahun ke-6 Hijriyah
-        
-       terjadi Pejanjian Hudaibiyah , yaitu perjanjia antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy di desa Hudaibiyah yang isinya :
-       Penundaan haji bagi kaum muslimun
-       Gencatan senjata selam 10 tahun antara kedua belah pihak
-       Kebebasan memilih kelompok yang disukai (kelompok dalam perjanjian Muhammad atau dengan   pihak Quraisy).
-       Siapa yang mendatangi Muhammad dari pihak Quraisy tanpa izin walinya, harus dikembalikan lagi, jika yang melarikan diri dari pihak Muhammad, maka tidak dikembalikan kepada beliau.
-       Terjadi Bai’atur Ridwan, yaitu sumpah setia kaum muslimin akan membela agama Islam sampai titik darah penghabisan. 

Tahun ke-7 Hijriyah

Terjadi perang Khaibar , yaitu perang antara kaum muslimin dengan kaum kafir yang pernah menyerang Madinah saat perang Khandaq.

Tahun ke-8 Hijriyah

-       Terjadi perang Mu’tah, yaitu perang antara kaum muslimin dengan bangsa Romawi yang menjajah wilayah utara Jazirah Arab. Pada perang ini 3000 pasukan muslimin melawan 200000 prajurit. Zaid bin Haritsah memegang panji peperangan (syahid) dan digantikan Ja’far bin Abu Thalib ( syahid), digantikan Abdullah bin Rawahah (syahid), digantikan salah satu “Pedang Allah”, Khalid bin Walid.

-       Terjadinya Fathul Mekkah (penaklukan kota Mekkah), yaitu peristiwa jatuhnya kota Mekkah kepada kaum muslimin dan pengampunan Rasulullah SAW terhadap kaum Quraisy. Saat masuk Masjidil Haram Rasulullah menghancurkan 360 buah berhala. Waktu shalat tiba Rasulullah memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan Adzan di atas Ka’bah.

Tahun ke-9 Hijriyah

-       Kaum muslimin melaksanakan ibadah haji yang dipimpin oleh Abu Bakar Shiddiq.
-       Permulaan turunya surat Baraa’ah (At-Taubah) mengenai pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
-       Penduduk Thaif masuk Islam.

Tahun ke-10 Hijriyah

-       Rasulullah memimpin kaum muslimin mengerjakan ibadah haji yang kemudian disebut haji Wada’ (haji perpisahan). Ketika tiba di Arafah menjelang Zuhur, Rasulullah minta disiapkan unta beliau yang bernama Al-Qashwa dan menyampaikan khotbah terakhir. Setelah Khatbah turunlah surat Al-Maidah ayat 3, artinya : Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku ridho Islam sebagai agamamu.

Tahun ke-11 Hijriyah
-       Pada tahun ini Rasulullah wafat, di rumah istri beliau Aisyah, waktu dhuha, Senin 12 Rabi’ul Awwal tahun 11 Hijriyah dalam usia 63 tahun di Madinah.    

Istri-isri beliau :

v  Khadijah binti Khuwailid.
Beliau menikah usia 25 tahun sedang Khadijah berusia 40 tahun.

v  Saudah binti Zam’ah
dinikahi Rasulullah tahun 10 kenabian.

v  ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash-Siddiq.
Dinikahi Rasulullah bulan Syawal tahun 11 kenabian. Aisyah berumur 6 tahun, dan digauli saat usia 9 tahun.
v  Hafshah binti Umar bin Khathab
Dinikahi pada tahunke-3 Hijriyah

v  Zainab binti Khuzaimah
Dijuluki Ummu Masakin (ibunya orang-orang miskin), karena kemurahan dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin.Rasulullah menikahinya tahun ke 4 Hijriyah.

v  Ummu Salamah Hindun binti Abu Ummayah
Dinikahi Rasulullah tahun ke-4 Hijriyah

v  Zainab binti Jahsy bin Rayyab.
Beliau sebelumnya dinikahi oleh Zaid bin Haritshah (anak angkat rasulullah). Pernikahan ini terdapat dalam  firman Allah surat Al-Ahzab ayat 37

v  Juwairiyah binti Al-Harits
Dinikahi pada tahun ke-6 Hijriyah.

v  Ummuh Habibah Ramlah binti Abu Sufyan.
Dinikahi bulan Muharram tahun ke-7 Hijriyah

v  Shafiyah binti Huyay bin Akhthab.
Beliau tawanan dalam perang Khaibar. Rasulullah menikahinya tahun ke-7 Hijriyah.

v  Maimunah binti Al-Harits.
Dinikahi rasulullah bulan Zulkaidah tahun ke-7 Hijriyah.

Referensi :
Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury, Perjalanan Rasulullah yang Agung, Muhammad dari    Kelahiran hingga Detik-Detik Terakhir, Serial Buku Darul Haq, Jumadil Ula 1427H.
Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, Pustaka Al-Kautsar.
Tim Bina Karya Guru, Bina Sejarah Kebudayaan Islam, Erlangga, Kelas III, IV, dan V.
Ditulis oleh : Syamsul bahri
Khoirony / Warung Ilmu
Dikeheningan malam di taman zikir.
Tak satu katapun yang mampu aku ucapkan…
Mencoba tafakhur diantara sayup-sayup bisikan angin malam
Mendekap kepekatan malam mengantarkan jiwa pada Sang Kholiq

Diiringi merdunya alunan takbir berkumandang.
Pertanda kemanangan dan fitrah akan di jelang.
Ku tanya jiwa…sudahkah kemenangan itu aku raih..???
Atau sebuah kerugian yang menghantam kehampaan sukma..???

Deretan khilaf dan salah terangkai membentuk kalung dosa
Mengobarkan nyala api neraka yang maha dasyat
Menghantarakan bau busuk dari nanah, darah dan tulang yang terbakar
Sungguh tak kuat aku menghadapi jilatan api jahanam

Ku ingin terlelap dalam lembutnya belaian sutra surga
Bersemilirkan angin sejuk dan aroma wanginya
Menghantarkan jiwa dan sukma dengan kedamaian

Ku hantarkan permintaan maafku atas salah dan kilaf selama ini
Pada insan makhluk ciptaan Illahi….
Yang ku pinta hanyalah pintu maaf terbuka dari hati yang terdalam
Semoga ukhwah kita semakin terjalin indah dan abadi di jalan Allah…

Wahai kekasih Allah…
Nabi akhir zaman….Muhammad SAW…utusan Allah.
Berilah kami syafaat di hari pembangkitan dan perhitungan nanti…
Tanpa Engkau kami bagaikan anak ayam yang kehilangan induk…

Pada MU wahai Sang Kholiq….
Terimalah sujud hamba yang penuh dosa, memohon ampunanMu …
Terimalah amal ibadah kami,
cukupkanlah yang kurang dengan kedermawananMu
Jadikanlah kami sebagai penghuni yang kekal di Firdaus Mu yang Agung
Amin….





Khoirony / Warung Ilmu
Mungkin sebagian Blogger sering melihat gambar yang menjadi besar apabila tersentuh cursor. Dalam dunia blogging fitur seperti ini sering disebut dengan nama Image Zoom Effects atau Hover Zoom Smooth Effects. Fitur yang satu ini lumayan banyak di senangi para blogger walaupun sebenarnya dengan memasang Image Zoom Effects ini di blog dapat menggangu pengunjung yang sedang membaca postingan kita.

Oke, Langsung saja ikuti Langkah-langkahnya :

1. Masuk ke akun blogger sobat.
2. Pilih Template > Edit HTML.
3. Unduh Template Blog (untuk jaga-jaga)
4. Cari kode ]]></b:skin> , gunakan fungsi Find dengan menekan tombol CTRL+F pada keyboard.
Kalau sudah ketemu, letakkan kode berikut tepat di atas kode ]]></b:skin>

.post img, table.tr-caption-container { border:none; max-width:560px; height:auto; -o-transition: all 0.5s; -moz-transition: all 0.5s; -webkit-transition: all 0.5s; }

.post img:hover { -o-transition: all 0.3s; -moz-transition: all 0.3s; -webkit-transition: all 0.3s; -moz-transform: scale(1.5); -o-transform: scale(1.5); -webkit-transform: scale(1.5); -webkit-border-radius: 0px 0px; -moz-border-radius: 0px / 0px; -webkit-box-shadow: 2px 2px 6px rgba(0,0,0,0.6); }

5. Terakhir klik Simpan Template. Sekarang lihat hasilnya di blog Sobat.


Mudah kan? Oke, Semoga Bermanfaat :)






Khoirony / Warung Ilmu
1. kita berdua tahu bahwa bersama itu tidak selamanya | namun tetap sulit bagiku membayangkan bila saatnya

2. sementara masa berpisah saja sudah demikian sengsara | bagaimana bila dipisah tanah dan dunia lagi terpejam mata

3. kosong hati dan renggang jiwa saat menjauh dari dirimu | bersamamu itu penawar dan bercanda denganmu itu candu

4. begitulah resah kualihkan jadi doa saat meninggalkanmu | dan rindu kutumpahkan dalam sujud mengadu pada Tuhanmu

5. kita memang makhuk yang lemah lagi tak kuasa | dipermainkan oleh kasih sayang amanah Sang Kuasa

6. karenanya aku tak sanggup meninggalkanmu dalam keadaan lemah | karenanya kelalaianmu itu pasti tersebab bimbinganku yang salah

7. karena bisa jadi malam ini adalah saat bersama terakhir | jangan sampai sedih dan sesal adalah yang terakhir diukir

8. yang kita tahu ialah tiada sesiapa yang tahu ketentuan mati | apakah engkau yang lebih dekat atau aku yang mendahului?

9. takkan pernah aku meninggalkanmu dalam keadaan tidak ridha | karena ridha Allah pada istri itu tergantung ridha suaminya

10. aku tak menjamin bila aku pergi maka aku bisa pulang kembali | pun tidak bisa menjamin saat aku pulang engkau masih menanti

11. bila tak mengenal tawakal sungguh cinta hanya menyiksa | namun bila kita berserah pada-Nya maka itu bagian karunia

12. mungkin ini cara Allah melatih kita bersiap menuju perpisahan hidup | mungkin ini cara Allah membuat kita melakukan yang terbaik

13. memanfaatkan setiap waktu yang ada memaafkan setiap dosa yang ada | bercanda selagi sempat dan membimbingmu selagi ada masa

14. merancang masa depan anak-anak bersamamu | menyiapkan saat berpisah juga bersama buah-buah hatimu

15. hidup ini beribadah pada Allah sampai tiada penyesalan | karena meninggalkan dunia sedang belum cukup bekalan

16. engkau titipan Allah maka harus disiapkan untuk dikembalikan | begitupun aku titipan Allah yang kelak juga akan didatangi kematian

17. semoga pertemuan dan perpisahan itu bagian ibadah | semoga kesenangan dan kerinduan ini membawa berkah

18. "bila ini pertemuan yang terakhir kali | bagaimana aku membahagiakan istri?"..