02/20/14
Khoirony / Warung Ilmu

Punya banyak koleksi buku? Masih ingatkah Anda, buku apa saja yang pernah dibaca dan apa inspirasi yang Anda dapatkan dari buku itu? Jika Anda menjawabnya, "Aduh, sudah lupa", atau bahkan sama sekali tak ada kesan dari buku yang Anda baca, bisa jadi, cara membaca yang diterapkan selama ini tidak efektif. Penulis buku "101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda" yang juga pakar EQ, Anthony Dio Martin membagi 3 cara yang bisa diterapkan untuk membaca secara efektif dan mendapatkan manfaat dari apa yang Anda baca. Apa saja triknya?


Pertama, terapkanlah teknik membaca kontemplatif. "Ketika membaca buku, jangan dari awal sampai akhir lewat begitu saja, kemudian lupa apa yang dibacanya," kata Anthony, di arena Pesta Buku Jakarta 2011, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (3/7/2011).

Bagaimana cara membaca kontemplatif? Anthony menjelaskan, saat membaca buku, peganglah pensil atau pulpen. Beri catatan pada bagian yang menurut Anda menarik. Catatan itu bisa berupa komentar, ketidaksamaan pendapat atau apa pun.

"Itu kan buku Anda sendiri, tidak masalah jadi penuh coretan. Caranya, pegang buku, pegang pensil dan bolpen, corat coret. Biar saja. Kasih komentar di bagian yang dibaca. Coretan ini akan melatih, mencerdaskan pikiran Anda. Tandai, kasih komentar. Lingkari, kasih tanda seru atau memberi pendapat tentang apa yang Anda baca. Misal, anda tidak suka, tidak sependapat,dan sebagainya. Jangan biarkan buku tetap rapi," paparnya.

Trik kedua, buatlah mind mapping. Caranya, membuat garis besar isi buku setelah selesai membacanya.

Dan ketiga, berikan catatan pada notes kecil untuk mencatat ide yang muncul dari buku yang Anda baca. "Pengetahuan tidak ada artinya kalau tidak memunculkan ide. Misalnya, bikin catatan-catatan dari baca buku ini (yang dibaca), apa yang Anda dapatkan. Sebuah buku akan berkesan kalau berhasil membuat kita terinspirasi dan membuat kita punya ide untuk melakukan sesuatu," kata Anthony.



Khoirony / Warung Ilmu
  • Dosen Asyik : Mahasiswa cendrung bebas selama perkuliahan, aturan penilaian dibakukan sejak awal perkuliahan
  • Dosen Killer  : Mahasiswa tertekan selama perkuliahan, aturan penilaian tetap jadi misteri

  • Dosen Asyik : Slide menarik, bicara asyik, terkadang diselingi cerita tentang pengalaman dia selama berkarya di luar kampus
  • Dosen Killer  : Slide dengan warna monoton, bicara datar, tidak punya pengalaman di luar kampus

  • Dosen Asyik : Nilai ditentukan mahasiswa, semakin rajin dan pintar, maka nilai akan semakin baik
  • Dosen Killer  : Nilai ada di tangan dosen

  • Dosen Asyik : Menganggap mahasiswa adalah koleganya (ini beneran lho, profesional banget tu dosen)
  • Dosen Killer  : Menganggap mahasiswa seperti…….

  • Dosen Asyik : Menghubungi mahasiswa yg nilainya bermasalah, sebelum nilai diumumkan
  • Dosen Killer  : Mengumumkan nilai paling telat, dan tidak acuh terhadap mahasiswa yg protes nilai

  • Dosen Asyik : Kalau mahasiswa protes nilai? Dijelaskan dengan baik dimana letak kesalahan mahasiswa
  • Dosen Killer  : Kalau mahasiswa protes nilai? “Pengen dari C jadi E??”

  • Dosen Asyik : Punya banyak proyek, terkadang mahasiswa diberi kesempatan untuk terlibat (hitung-hitung buat nambah uang saku ama pengalaman)
  • Dosen Killer  : Tidak dipercaya untuk melaksanakan proyek

  • Dosen Asyik : Mobil bagus, rumah bagus, dan punya banyak relasi
  • Dosen Killer  : Cendrung kebalikan dari yg diatas

Walau berdasarkan dari hasil pengamatan sehari-hari, kita tetap harus berusaha untuk menghargai mereka secara adil walaupun kadang mereka tidak menghargai kita   . . .


Khoirony / Warung Ilmu
Bermacam masalah biasanya mewarnai perjalanan mahasiswa dalam perjuangannya pada fase akhir studi yang digeluti. Masalah dalam penyelesaian skripsi bisa datang dari banyak aspek, biasanya dari penentuan rumusan masalah, kelengkapan literatur, sampai dengan dosen yang menyelia mahasiswa dalam pengerjaan skripsi yang biasa kita kenal sebagai dosen pembimbing.

Jika kamu mengalami sedikit problem
Ilustrasinya fren.. :)
sama pembimbingmu, coba simak resep asik ini.

Usahakan noticeable
Kamu bukan mahasiswa terkenal, kutu buku, atau seorang yang introvert? Enggak perlu risau. Yang perlu kamu lakukan cukup  menjadi 'noticeable' atau dikenal. Caranya mudah, perkenalkan namamu, jurusan yang kamu ambil dan topik skripsi yang akan kamu angkat. Pastikan pekenalan ini dimulai pada timing yang tepat. Sebelum dosen mulai mengajar, setelah makan siang, atau saat awal bimbingan.

Biasanya pembimbing akan lebih memperhatikan skripsi mahasiswa yang dia kenal cukup baik.

Jalin Komunikasi
Mintalah nomor kontak lengkap dosen pembimbingmu, dari nomor ponsel, nomor telepon rumah, alamat email hingga alamat rumah dan kantornya. Percaya, deh, pasti kamu akan butuh menghubunginya di luar jam kuliah atau bimbingan.

Dosen pembimbing bisa dikatakan cukup sibuk karena dia tak hanya mengurusi skripsimu. Cari waktu yang tepat untuk ngobrol topik lain, biasanya saat dosen tidak sedang mengajar atau menunggu jam bimbingan.

Prinsip "Putus Urat Malu"
Berani bertanya untuk kelengkapan data skripsimu, semisal literatur rujukan, teknis pengumumpulan data, pemilihan sampel, sampai dengan prosedur penelitian. Jika merasa yakin dengan data atau argumentasimu, kemukakan saja, minta kritik dan sarannya. Catat semua kritik dan sarannya, hal itu berguna saat sidang

Bawakan dosenmu buah atau kudapan saat jam bimbingan, kalaupun tidak dimakan atau bahkan dimarahi, cuek saja.

Selesaikan Cepat dan Tepat
Jika kamu bisa mengerjakan skripsimu lebih awal dari yang dijadwal, itu bagus. Kamu akan punya waktu lebih banyak dengan pembimbingmu untuk berdiskusi mengenai kekuranganmu. Akan tetapi lebih baik lagi jika kamu mengerjakannya dengan tepat, baik data maupun teknis penulisan.

Ingat, pekerjaan dosen bukan hanya mengurusi skripsimu, jadi jika kamu bisa menyelesaikan dengan cepat dan tepat itu akan meringankan bebannya. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap sikapnya, bukan hanya padamu, tetapi juga pada skripsimu