06/25/14
Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin saya jalan jalan bareng temen temen ke tempat wisata Selecta. Tau nggak kalian kalau Selecta adalah tempat peristirahatan yang di bangun sejak jaman Belanda, dan terkenal dengan Selecti. Selecta terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, 13 Km dari kota Batu, malang.
 Dengan luas 20 hektar dan terletak 1100 M dari permukaan laut, Selecta telah ada sejak tahun 1928 dan dibangun oleh seorang Belanda bernama Reyter Dewild. Obyek wisata ini sangat sejuk dan nyaman di kunjungi, dengan kisaran suhu minim 17 derajat celcius setiap harinya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang, taman bunga, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat.
ini foto-fotonya frens.. :D 
Eh, kalau ntar kalian kesana ajakin gue ya, gue betah banget disana.. hehehehee.. 
















Khoirony / Warung Ilmu
Kemarin saya jalan jalan bareng temen temen ke tempat wisata Selecta. Tau nggak kalian kalau Selecta adalah tempat peristirahatan yang di bangun sejak jaman Belanda, dan terkenal dengan Selecti. Selecta terletak di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, 13 Km dari kota Batu, malang.
 Dengan luas 20 hektar dan terletak 1100 M dari permukaan laut, Selecta telah ada sejak tahun 1928 dan dibangun oleh seorang Belanda bernama Reyter Dewild. Obyek wisata ini sangat sejuk dan nyaman di kunjungi, dengan kisaran suhu minim 17 derajat celcius setiap harinya.

Terdapat beberapa hal yang bisa dinikmati saat mengunjungi Selecta, seperti kolam renang, taman bunga, pasar sayur dan buah, taman bermain, dan kenyamanan saat pengunjung bisa ber piknik menikmati hamparan lahan penuh bunga. Selain itu terdapat fasilitas pendukung seperti restaurant, hotel dan vila untuk sarana akomodasi pengunjung yang ingin menetap beberapa saat.
ini foto-fotonya frens.. :D 
Eh, kalau ntar kalian kesana ajakin gue ya, gue betah banget disana.. hehehehee.. 
















Khoirony / Warung Ilmu
Sebetulnya saya sudah lupa, apakah ini perjalanan pertama saya, ataukah bukan. Tapi sepertinya sih, iya. 
*halah labil* :D
Ust. Hadi Sholihin


Ust. Amin Budiono
Saat itu saya baru berumur 11 tahun, duduk di kelas 5 SD. Di SD, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dan ketika ada kenaikan tingkat (saya lupa dari tingkat apa ke tingkat apa), kami harus kemping. Kempingnya sih gak jauh-jauh amat, masih di sekitar kampong kami yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tiap group/kelpmpok, kelompok kami bernama Cempaka. Dulu punya yel-yelnya, tapi saya udah lupa *pikun* :D, kami diharuskan membawa peralatan/perlengkapan selama kemping. Seperti lentera, kenceng, kompor, dll. Dan saya kebagian membawa kenceng :) 

Berangkat rombongan dari sekolah menuju lokasi kemping. Sampai lokasi, kami pun beres-beres dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat tenda. 

Ustd. Imam Sholihin
Malamnya, diadakan acara jurit malam (semoga nulisnya tidak salah :D ). Ini adalah malam yang menakutkan bagi kami, gimana gak takut, kami dibawa oleh kakak-kakak pembina dengan mata tertutup sambil berbaris berjalan menuju yang katanya kuburan. Saya gak tau apakah benar menuju kuburan atau bukan, karena anak usia segitu kan, percaya saja apa yang diomongin oleh kakak-kakak pembinanya. 

Nah... di kuburan itu kami berhenti, tapi mata tetap tertutup. Kami disuruh duduk, dan dimulailah acara renungan malam, dimana air mata disana tumpah semua. Pokoknya acara yang menyayat hati deh.... :)

Esoknya, satu persatu acara digelar. Ada lomba membuat tandu, lomba morse, lomba semaphore, menghapal Dasa Darma Pramuka dan Try Satya, dan masih banyak lagi, yang saya lupa, padahal sudah saya ingat-ingat hehehe...

Akhwat lagi shalat :D
Setelah keseruan dari acara yang telah digelar, maka waktunya persiapan untuk pulang pada sore harinya. Setelah saya beres-beres, ternyata saya kurang membawa baju ganti. Sebetulnya tidak kurang, hanya saja baju ganti saya basah, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Tapi untungnya ada sohib saya yang membawa baju lebih. Akhirnya saya pinjam deh baju sohib saya itu, tapi ternyata bajunya kebesaran. Daripada gak ada lagi baju, akhirnya dengan terpaksa baju kebesaran itu tetap saya pakai.

Sampai di rumah, saya masuk lewat pintu belakang rumah, tanpa sepengetahuan orang rumah, diam-diam. Begitu Mamah saya ke dapur, Mamah sempat kaget akan kehadiran saya, karena saya memakai baju sohib saya yang kebesaran. Mamah saya tidak mengenali saya, hehehe... Seru dan senang ikut kegiatan Pramuka sewaktu SD, apalagi kemping ini adalah pengalaman pertama saya berada di luar rumah dan menginap pula :)
  


   




sumber pengirim : Handi
Khoirony / Warung Ilmu
Sebetulnya saya sudah lupa, apakah ini perjalanan pertama saya, ataukah bukan. Tapi sepertinya sih, iya. 
*halah labil* :D
Ust. Hadi Sholihin


Ust. Amin Budiono
Saat itu saya baru berumur 11 tahun, duduk di kelas 5 SD. Di SD, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dan ketika ada kenaikan tingkat (saya lupa dari tingkat apa ke tingkat apa), kami harus kemping. Kempingnya sih gak jauh-jauh amat, masih di sekitar kampong kami yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tiap group/kelpmpok, kelompok kami bernama Cempaka. Dulu punya yel-yelnya, tapi saya udah lupa *pikun* :D, kami diharuskan membawa peralatan/perlengkapan selama kemping. Seperti lentera, kenceng, kompor, dll. Dan saya kebagian membawa kenceng :) 

Berangkat rombongan dari sekolah menuju lokasi kemping. Sampai lokasi, kami pun beres-beres dan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk membuat tenda. 

Ustd. Imam Sholihin
Malamnya, diadakan acara jurit malam (semoga nulisnya tidak salah :D ). Ini adalah malam yang menakutkan bagi kami, gimana gak takut, kami dibawa oleh kakak-kakak pembina dengan mata tertutup sambil berbaris berjalan menuju yang katanya kuburan. Saya gak tau apakah benar menuju kuburan atau bukan, karena anak usia segitu kan, percaya saja apa yang diomongin oleh kakak-kakak pembinanya. 

Nah... di kuburan itu kami berhenti, tapi mata tetap tertutup. Kami disuruh duduk, dan dimulailah acara renungan malam, dimana air mata disana tumpah semua. Pokoknya acara yang menyayat hati deh.... :)

Esoknya, satu persatu acara digelar. Ada lomba membuat tandu, lomba morse, lomba semaphore, menghapal Dasa Darma Pramuka dan Try Satya, dan masih banyak lagi, yang saya lupa, padahal sudah saya ingat-ingat hehehe...

Akhwat lagi shalat :D
Setelah keseruan dari acara yang telah digelar, maka waktunya persiapan untuk pulang pada sore harinya. Setelah saya beres-beres, ternyata saya kurang membawa baju ganti. Sebetulnya tidak kurang, hanya saja baju ganti saya basah, sehingga tidak bisa dipakai lagi. Tapi untungnya ada sohib saya yang membawa baju lebih. Akhirnya saya pinjam deh baju sohib saya itu, tapi ternyata bajunya kebesaran. Daripada gak ada lagi baju, akhirnya dengan terpaksa baju kebesaran itu tetap saya pakai.

Sampai di rumah, saya masuk lewat pintu belakang rumah, tanpa sepengetahuan orang rumah, diam-diam. Begitu Mamah saya ke dapur, Mamah sempat kaget akan kehadiran saya, karena saya memakai baju sohib saya yang kebesaran. Mamah saya tidak mengenali saya, hehehe... Seru dan senang ikut kegiatan Pramuka sewaktu SD, apalagi kemping ini adalah pengalaman pertama saya berada di luar rumah dan menginap pula :)
  


   




sumber pengirim : Handi
Khoirony / Warung Ilmu
Lamongan merupakan salah satu kota kecil yang ada di Jawa Timur Indonesia. Meskipun kecil, Lamongan merupakan kota yang indah dan mempunyai banyak tempat wisata.

Wisata Pemandian Mantren adalah salah satunya, kenapa wisata ini dinamai Wisata Pemandian Mantren?? cukup sederhana alasannya, yaitu karena wisata ini terlatak di salah satu kecamatan yang ada di kota Lamongan tepatnya di desa Kemantren kecamatan Paciran.
 
Fasilitas yang ada di wisata ini memang tidak begitu mewah, ada 3 kolam renang yang disediakan untuk para pengunjung yaitu orang dewasa, remaja dan anak-anak. Dengan ukuran kolam renang yang cukup luas dan air yang terjamin kebersihannya sangat cocok bagi yang hoby renang atau lagi kepanasan untuk berenang di tempat ini, 

Tempat wisata yang satu ini termasuk tempat pariwisata untuk golongan menengah ke bawah, mereka sering kali bermain dan melepas lelah di tempat ini, karena untuk bisa menikmatinya tidak butuh merogoh banyak uang, boleh dikata cukup hanya Rp.5000 mereka sudah bisa menikmati tempat wisata ini dengan sepuasnya. Tapi bukan berarti tidak diperbolehkan bagi golongan menengah ke atas lho, hehe..

Tidak ada salahnya bagi mereka golongan menengah ke atas yang sering kali berkunjung ke tempat-tempat wisata yang mahal, sesekali mampir ke tempat wisata yang murah meriah ini..