12/07/15
Khoirony / Warung Ilmu
Yee..  akhirnya gue dan temen^ sampai di Dusun Jojogan, yah Tempat lokasi wisata Nglirip water fall, ya Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar sini. Air terjun ini tingginya sekitar 30 meter dan lebar 28 meter bro..  dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya. Pesan ane, hati^ kalau kesini. Karena tempat ini sering membuat kita lengah karena keindahannya.. 

Dibalik air terjun kita juga bisa menemukan sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu. Ada banyak legenda dan mitos di tempat ini. Tapi yang paling terkenal yaitu legenda tentang Putri Nglirip, ane nggak akan ngebahasnya bro. Ntar cewek gue marah... hehe

Sumber mata air air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.
kalau kalian mau kesini . lokasinya Terletak di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur.

Mungkin lebih mudah jika agan menggunakan Peta dengan Koordinat GPS: 6°58'6"S   111°47'38"E

Nah.. itu tadi yang bisa saya sampaikan di blog sederhana ini.. dan berikut adalah hasil foto-foto amatir kami.. Selamat menikmati.







Khoirony / Warung Ilmu
Apa pedulimu saat aku rindu?
Kamu cuma bilang 'sudah tahu'

Apa pedulimu saat aku mengkhawatirkanmu?
Kamu cuma bilang 'baik,baik,baik'

Apa pedulimu saat aku sakit?
Kamu cuma bilang 'sedih tidak bisa bertemu'

Apa pedulimu saat aku memikirkanmu?
Kamu malah bilang 'jangan pikirkan yang tidak penting'

Apa pedulimu padaku yang begitu inginkan dengar suaramu?
Kamu malah bilang 'mau ngomong apa? siap dengar' dan kemudian keheningan kamu munculkan.

Apa pedulimu tentang sepiku?
Kamu tidak peduli.

Apa pedulimu saat aku sesak menahan rindu?
Kamu tidak peduli.

Apa pedulimu tentang peduliku?
Kamu sedikitpun tak peduli.

Yang terpenting bagimu, 'di dunia ini tak mau sendiri'
Dan aku? tak penting.

Yang penting bagimu,
Saat kamu merasa sendiri, masih ada aku.
Aku yang tidak pernah biarkanmu sepi.

Yang penting bagimu,
Saat kamu merasa gundah, masih ada aku.
Aku yang tidak bisa tidak melihat senyummu.

Yang penting bagimu,
Saat kamu merasa sulit, masih ada aku.
Aku yang selalu siap membantumu.

Aku yang begitu mencintaimu.
Aku yang terlalu sering katakan sayang.
Aku yang selalu bilang rindu.
Aku.

Ahh...
Mengapa aku merasa dicampakkan olehmu.
Padahal aku yakin kamu tiada pernah setega itu.
Padahal yang menyakitkan adalah keadaan.
Padahal aku tahu kamu pun inginkan sama denganku.
Padahal kamu percaya aku begitu mencintaimu.
Padahal kamu juga merindukanku.

Atau...
Selama ini aku salah?

Ahh...
Mengapa pula aku bersedih saat kamu katakan 'jangan tunggu aku'?
Padahal itu agar aku mengejar mimpiku.
Padahal kamu ingin belajar bersikap mandiri.
Padahal kamu tahu besar inginku pergi bersamamu.
Padahal kamu suka semua kebersamaan kita.

Aku kira dapat lebih lama dari itu.
Aku mengerti, rasa bosan biasa menghinggapi.
Aku paham.

Khoirony

Khoirony / Warung Ilmu
Apa pedulimu saat aku rindu?
Kamu cuma bilang 'sudah tahu'

Apa pedulimu saat aku mengkhawatirkanmu?
Kamu cuma bilang 'baik,baik,baik'

Apa pedulimu saat aku sakit?
Kamu cuma bilang 'sedih tidak bisa bertemu'

Apa pedulimu saat aku memikirkanmu?
Kamu malah bilang 'jangan pikirkan yang tidak penting'

Apa pedulimu padaku yang begitu inginkan dengar suaramu?
Kamu malah bilang 'mau ngomong apa? siap dengar' dan kemudian keheningan kamu munculkan.

Apa pedulimu tentang sepiku?
Kamu tidak peduli.

Apa pedulimu saat aku sesak menahan rindu?
Kamu tidak peduli.

Apa pedulimu tentang peduliku?
Kamu sedikitpun tak peduli.

Yang terpenting bagimu, 'di dunia ini tak mau sendiri'
Dan aku? tak penting.

Yang penting bagimu,
Saat kamu merasa sendiri, masih ada aku.
Aku yang tidak pernah biarkanmu sepi.

Yang penting bagimu,
Saat kamu merasa gundah, masih ada aku.
Aku yang tidak bisa tidak melihat senyummu.

Yang penting bagimu,
Saat kamu merasa sulit, masih ada aku.
Aku yang selalu siap membantumu.

Aku yang begitu mencintaimu.
Aku yang terlalu sering katakan sayang.
Aku yang selalu bilang rindu.
Aku.

Ahh...
Mengapa aku merasa dicampakkan olehmu.
Padahal aku yakin kamu tiada pernah setega itu.
Padahal yang menyakitkan adalah keadaan.
Padahal aku tahu kamu pun inginkan sama denganku.
Padahal kamu percaya aku begitu mencintaimu.
Padahal kamu juga merindukanku.

Atau...
Selama ini aku salah?

Ahh...
Mengapa pula aku bersedih saat kamu katakan 'jangan tunggu aku'?
Padahal itu agar aku mengejar mimpiku.
Padahal kamu ingin belajar bersikap mandiri.
Padahal kamu tahu besar inginku pergi bersamamu.
Padahal kamu suka semua kebersamaan kita.

Aku kira dapat lebih lama dari itu.
Aku mengerti, rasa bosan biasa menghinggapi.
Aku paham.

Khoirony