01/12/16
Khoirony / Warung Ilmu
Tak lama lagi langit Indonesia akan dihiasi fenomena alam langka, Gerhana Matahari Total (GMT), tepatnya pada Maret 2016.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaludin, mengatakan 11 provinsi yang dimaksud adalah Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

illustrasi bro..
“Fenomena alam gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB,” kata Thomas, Selasa (12/1/2016).

Daerah lain selain 11 provinsi itu, menurut dia, hanya akan bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari sebagian. ”Daerah yang dilintasi gerhana matahari total lebarnya 100 kilometer saja di lokasi lintasan. Sedangkan di luar sebelas provinsi itu, termasuk Jawa, hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian,” katanya.

Salah satu provinsi di Tanah Air yang berkesempatan menjadi lokasi terbaik untuk mengamati GMT adalah Maluku Utara. Untuk membantu wisatawan mancanegara (wisman) dalam memberikan informasi seputar GMT, Pemerintah Kota Ternate kabarnya akan menyiapkan ratusan pemandu berbahasa Inggris yang kebanyakan dari para guru bahasa inggris.

Jumlah wisman yang bakal mengunjungi Maluku Utara untuk menyaksikan GMT diperkirakan mencapai 4.000 orang. Diungkapkan Walikota Ternate, Idrus Assagaf, para guru Bahasa Inggris akan didatangkan untuk mengantisipasi keadaan itu.

"Kami telah meminta instansi terkait untuk mendata para guru Bahasa Inggris baik di sekolah maupun di tempat kursus, kemudian disiapkan pada saat gerhana matahari agar dapat memandu ribuan wisatawan yang berkunjung ke Ternate," ujar Idrus Assagaf.

Selanjutnya, pemandu ini akan ditempatkan pada titik-titik tertentu, terutama titik yang dilewati ribuan wisatawan sehingga mereka dapat menikmati keindahan Ternate sebagai salah satu kota tertua yang memiliki situs sejarah. Perjalanan wisman sendiri akan dilakukan pada 7-10 Maret 2016.

Di samping menyiapkan pemandu, Pemkot juga telah menyediakan cenderamata khas Ternate seperti kerajinan besi putih, batu mulia dan tenunan batik tubo. Selain itu, sebanyak 1.500 kamar hotel dan homestay juga disiapkan sebagai tempat hunian wisatawan nantinya.

Untuk diketahui, setidaknya ada 3 kabupaten atau kota di Provinsi Maluku Utara yang akan menikmati GMT pada 9 Maret 2016, yaitu Ternate, Tidore dan Kabupaten Halmahera Timur.

Menurut Kepala Observatorium Bosscha, Mahasena Putra, Provinsi Maluku Utara memiliki peluang menyaksikan GMT paling baik karena ketebalan awan yang rendah dan durasinya yang lama.

Kota Ternate akan disinggahi GMT selama 2 menit 35 detik, sedangkan kota Maba di Kabupaten Halmahera Timur akan disinggahi GMT terlama yaitu 3 menit 19 detik. Selanjutnya, GMT akan melintas di atas perairan Samudera Pasifik.


(Sumber: Situs Kemenpar RI, Indonesia.travel)